SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Peminatan Siswa SMA Menggunakan Metode Simple Additive Weighting

Ali Mutaqin

Abstrak


Peminatan merupakan suatu program yang bertujuan untuk memberikan peluang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan sesuai dengan minat, bakat dan kemampuan akademik. Dalam pelaksanaannya, proses peminatan mengalami banyak permasalahan. Permasalahan utamanya adalah kebingungan guru dalam menentukan peminatan yang sesuai untuk siswa ketika minat, bakat dan kemampuan akademik tidak hanya tertuju pada salah satu kelompok peminatan. Berberapa permasalahan lainnya adalah banyaknya faktor yang berpengaruh, proses yang memakan waktu lama karena proses peminatan dilakukan secara manual dan adanya ketidakpuasan beberapa orangtua terhadap peminatan yang ditentukan untuk anaknya.

Ada 2 tujuan pada penelitian ini. Tujuan pertama adalah merancang dan membangun sistem pendukung keputusan (SPK) pemintan siswa SMA. Tujuan yang kedua adalah menguji akurasi, presisi dan sensitifitas SPK peminatan siswa SMA yang dirancang dan dibangun. Dengan adanya SPK peminatan siswa SMA ini diharapkan dapat mempermudah dan mempercepat proses peminatan siswa SMA.

Model pengembangan yang digunakan pada penelitian ini adalah model prototyping. Tahapan prototyping meliputi: (1) komunikasi. (2) perencanaan secara cepat, (3) pembentukan prototipe, (4) penyerahan sistem dan umpan balik. Teknik pengujian yang digunakan adalah akurasi, presisi dan sensitifitas.

Sistem pendukung keputusan peminatan siswa SMA dikembangkan dalam 2 siklus prototyping. Hasil pengujian prototipe 1 menunjukan bahwa nilai akurasi, presisi dan sensitifitas sistem sudah baik. Menggunakan keseluruhan data nilai akurasi, presisi dan sensitifitas yang didapatkan adalah 90%, 85% dan 85%. Namun, hasil evaluasi pengguna masih menyarankan untuk melakukan revisi, sehingga perlu dilakukan siklus 2. Hasil dari siklus kedua yaitu prototipe 2. Hasil evaluasi dari prototipe 2 sudah menunjukan hasil yang baik sehingga tidak diperlukan adanya revisi sehingga prototipe 2 dijadikan sebagai produk akhir.