SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Multimedia pada Mata Pelajaran Pemrograman Web Kelas X-TKJ di SMKN 1 Udanawu Blitar

Bayu Adhi Saputra

Abstrak


Saputra, Bayu Adhi. 2016. Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Multimedia pada Mata Pelajaran Pemrograman Web Kelas X-TKJ di SMKN 1 Udanawu Blitar. Skripsi, Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) I Made Wirawan, S.T.,S.S.T.,M.T. (II) Dr. Eng. Siti Sendari, S.T., M.T.

Kata kunci: Pengembangan, Media Pembelajaran, Pemrograman Web

Pemrograman Web merupakan mata pelajaran wajib yang diberikan sesuai dengan program keahlian untuk mengembangkan kemampuan siswa dalam bersaing di dunia kerja. Kenyataannya, pemahaman siswa terhadap matapelajaran Pemrograman Web masih belum maksimal. Hasil wawancara dengan guru pengajar mata pelajaran Pemrograman Web SMKN 1 Udanawu Blitar diketahui bahwa dalam kegiatan belajar mengajar masih belum memiliki media pembelajaran pendukung. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan suatu media pembelajaran berbasis multimedia pada matapelajaran Pemrograman Web kelas X Teknik Komputer dan Jaringan di SMK Negeri  1 Udanawu Blitar. Media pembelajaran ini diharapkan dapat menjadi bahan ajar yang layak sebagai bahan ajar tambahan selain modul yang sudah ada.

Penelitian dan pengembangan ini menggunakan pengembangan model Sadiman. Dimana dalam model ini ada 8 tahapan yaitu: (1) identifikasi kebutuhan; (2) perumusan tujuan; (3) perumusan butir-butir materi; (4) perumusan pengukur keberhasilan; (5) penulisan naskah media; (6) uji coba;  (7) revisi; (8) naskah siap diproduksi dan digunakan. Produk yang dikembangkan akan melalui tahap pengujian yang dilakukan oleh validasi ahli materi, ahli media, dan uji coba siswa kelas X SMK Negeri 1 Udawawu Blitar untuk melihat kelayakan modul.

Produk yang dihasilkan dalam pengembangan ini berupa media pembelajaran berbasis multimedia. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh persentase untuk pengujian pada ahli materi sebesar 92.65%, pengujian pada ahli media sebesar 91.67%, pada uji coba perorangan sebesar 85.71%, uji coba kelompok kecil sebesar 86.43% dan pada uji coba lapangan atau pengujian akhir diperoleh persentase sebesar 90.04%. Berdasarkan kriteria kelayakan menurut Akbar, secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran ini sudah layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran.