SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Metode Project Based Learning dengan Strategi Team Teaching untuk Meningkatkan Motivasi, Keaktifan, dan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Produktif Multimedia di SMK Kompetensi Keahlian Multimedia

Devita Syam Ekaputri

Abstrak


ABSTRAK

 

Ekaputri, Devita Syam, 2012. Penerapan Metode Project Based Learning dengan  Strategi Team Teaching untuk Meningkatkan Motivasi, Keaktifan, dan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Produktif Multimedia di SMK Kompetensi Keahlian Multimedia. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Slamet Wibawanto, M.T. (II) Drs. Hari Putranto

 

Kata Kunci : Project Based Learning, Team Teaching , Motivasi, Keaktifan, Hasil Belajar

Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana dalam mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik dapat secara aktif mengembangkan potensi dirinya. Untuk melakukan perubahan dalam proses pendidikan dibutuhkan metode yang sesuai dengan tingkat kemampuan peserta didik. Dalam proses pendidikan dan pembelajaran, suatu metode pembelajaran harus dikuasai oleh guru. Guru harus mampu untuk memilih dan memilah metode yang sesuai dengan kondisi anak didiknya agar pembelajaran dapat berjalan dengan efektif.

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil observasi yang telah dilakukan peneliti pada siswa kelas XI Multimedia (MM2) SMK Negeri 12 Malang yang menunjukan bahwa: a) Masih rendahnya nilai rata-rata ulangan harian siswa yaitu sebesar 68,71 padahal KKM yang telah ditetapkan sebesar 75 dan siswa cenderung kurang aktif dan termotivasi dalam mengikuti kegiatan pembelajaran sehingga hasil belajar yang diperoleh kurang maksimal. b) Kompetensi keahlian multimedia perlu membuat produk riil dalam pembelajaran agar dapat mengiplementasikan secara langsung materi yang telah diperoleh, hasil observasi menunjukkan selama kegiatan praktikum sebelumnya masih menggunakan metode penugasan biasa sehingga kurang terstruktur. c) Selain itu masalah banyaknya siswa di kelas yaitu terdiri dari 39 siswa  membuat seorang guru kewalahan dalam proses pembelajaran khususnya pada kegiatan praktikum. Untuk menangani permasalahan tersebut diperlukan adanya suatu metode  yang tepat untuk menekankan keaktifan, motivasi, dan hasil belajar siswa, agar proses pembelajaran dapat berjalan secara efisien, efektif, dan maksimal.

Metode Project Based Learning menurut Thomas, dkk (Dalam Wena, 2010:144) merupakan sebuah pembelajaran dengan kerja proyek yang memuat tugas kompleks berdasarkan permasalah yang menantang dan menuntut siswa untuk merancang , memecahkan masalah, membuat keputusan, investigasi, serta memeberi kesempatan pada siswa untuk bekerja secara mandiri yang pada akhirnya menghasilkan suatu produk nyata.  Metode ini akan diterapkan untuk menangani pembelajaran pada kompetensi keahlian multimedia yang memang memerlukan pembuatan sebuah produk riil dalam pelaksanaan kegiatan belajar sehingga pembelajaran lebih terstruktur.

Persoalan ratio guru dan siswa diatasi dengan strategi  team teaching. Menurut Curzon “ team teaching adalah pelaksanaan dimana ada dua guru atau lebih yang saling bekerjasama, berunding dan menyumbang strategi pembelajaran dalam perencanaan, penyampaian dan penilaian proses pembelajaran” (Wardani, 2001). Sehingga diharapkan pengawasan pembelajaran dapat berjalan secara secara efektif

Rancangan penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan Taggard dengan dua siklus (siklus I dan siklus II). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas  XI MM2 SMK Negeri 12 Malang. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes tulis, angket, rubrik penilaian proyek, dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan adalah analisis data kualitatif dan kuantitatif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan metode Project Based Learning dengan  Strategi Team Teaching mampu meningkatkan motivasi, keaktifan, dan hasil belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan motivasi pada awal siklus I sebesar 75,75%, akhir siklus I sebesar 82,04%, dan pada akhir siklus II mencapai 85,10%. Sedangkan untuk keaktifan belajar juga mengalami peningkatan pada siklus I sebesar 65,10% dan pada siklus II mencapai 76,03%. Begitu juga hasil belajar juga mengalami peningkatan hal ini ditunjukkan pada awal siklus I rata-rata kelas sebesar 66,87 dengan presentase ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 41,03% dan pada akhir siklus II mengalami peningkatan rata-rata kelas sebesar 81,41 dengan presentase ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 94,87%. %. Dan rata-rata hasil proyek pada siklus I sebesar 82,12 mengalami peningkatan pada siklus II yaitu sebesar 85,13.