SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perbedaan Kemandirian dan Hasil Belajar Siswa antara Model Pembelajaran PBL (Project Based Learning) dan STAD (Student Team Achievement Division) pada Siswa Kelas VIII SMP

Vika Noviandari

Abstrak


ABSTRAK

 

Noviandari, Vika. 2012. Perbedaan Kemandirian dan Hasil Belajar Siswa

antara Model Pembelajaran PBL (Project Based Learning) dan  STAD (Student Team Achievement Division) pada Siswa Kelas VIII SMP. Skripsi. Program Studi Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Slamet Wibawanto, M.T. (2). I Made Wirawan, S.T, S.S.T.

 

Kata Kunci: PBL, STAD, kemandirian, hasil belajar.

Sejak diterapkannya kurikulum berbasis kompetensi (KBK) pada tahun 2004, siswa didorong agar mampu berpikir secara kritis dan menyelesaikan masalah-masalah dalam pembelajaran tanpa banyak bantuan dari guru. Berdasarkan observasi di SMP Laboratorium UM pada pelajaran TIK kelas VIII diketahui bahwa metode yang digunakan adalah metode DI (Direct Instruction), Pembelajaran DI masih berpusat pada guru sehingga menyebabkan siswa menjadi kurang aktif selama pembelajaran. Siswa kelas VIII SMP Lab UM cenderung kurang memperhatikan penjelasan guru dan berbicara sendiri dengan temannya. Hal ini menyebabkan rendahnya jumlah siswa yang memenuhi SKM.

Salah satu model pembelajaran yang mendorong siswa aktif berpikir yaitu PBL (Project Based Learning). Melalui proyek yang mereka kerjakan, siswa didorong untuk memperoleh pengetahuan yang lebih dalam, belajar mandiri serta dapat meningkatkan kemampuan dalam mengasah keterampilan memecahkan masalah. Model pembelajaran lain yang dapat membuat siswa lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran yaitu pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team Achievement Division). Dalam STAD, siswa belajar dalam kelompok kecil yang memiliki tingkat kemampuan yang berbeda. Dalam menyelesaikan tugas kelompok tiap anggota saling bekerja sama dan saling membantu untuk memahami suatu bahan pembelajaran.

Penelitian ini termasuk dalam penelitian pretest-posttest control group design. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa kelas VIII SMP Laboratorium UM sedangkan sampelnya siswa kelas VIIIB sebagai kelas eksperimen dan kelas VIIID sebagai kelas kontrol. Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu model pembelajaran sedangkan variabel terikat yaitu kemandirian dan hasil belajar.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas eksperimen yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran PBL memiliki hasil belajar yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol yang dibelajarkan dengan menggunakan model STAD. Tingkat kemandirian siswa setelah perlakuan pada kelas eksperimen juga lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Berdasarkan uji-t didapatkan hasil bahwa terdapat perbedaan kemandirian dan hasil belajar yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol.

Pada kelas ekperimen aspek kemandirian yang paling banyak mengalami peningkatan yaitu “Melakukan kegiatan untuk mencapai tujuan belajar” dan ”Mandiri dalam menggunakan sumber belajar yang tepat untuk dirinya”. Sedangkan pada hasil belajar, aspek afektif yang paling menonjol dari kelas eksperimen yaitu pada aspek organization. Pada aspek kognitif yang ditunjukkan pada hasil post-test, Skor siswa kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol pada soal-soal yang termasuk dalam ranah mengaplikasikan (kognitif  3).