SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN GAME EDUKASI UNTUK ANAK USIA TAMAN KANAK-KANAK DI TK ABA I PROBOLINGGO

Muhammad Chusni Agus

Abstrak


ABSTRAK

 

Agus, Muhammad Chusni. 2011. Pengembangan Media Pembelajaran Game Edukasi Untuk Anak Usia Taman Kanak-Kanak (TK) di TK ABA I Probolinggo. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. WahyuSakti G. I., M.Kom (II) M. Jauharul Fuady, S.T., M.T.

.

Kata Kunci: pengembangan media

 

Dalam proses perkembangannya ada ciri-ciri yang melekat dan menyertai anak- anak tersebut. Secara garis besar ciri-ciri anak-anak TK seperti. Anak TK umumnya aktif. Mereka telah memiliki penguasaan atau kontrol terhadap tubuhnya dan sangat menyukai kegiatan yang dilakukan sendiri. Setelah anak melakukan berbagai kegiatan, anak membutuhkan istirahat yang cukup, seringkali anak tidak menyadari bahwa mereka harus beristirahat cukup. Jadwal aktivitas yang tenang diperlukan anak. Anak prasekolah umumnya terampil dalam berbahasa. Sebagian dari mereka senang berbicara, khususnya dalam kelompoknya, sebaiknya anak diberi kesempatan untuk berbicara, sebagian dari mereka dilatih untuk menjadi pendengar yang baik. Kompetensi anak perlu dikembangkan melalui interaksi, minat, kesempatan, mengagumi dan kasih sayang.

Untuk memberikan pengajaran yang baik kepada anak TK diperlukan suatu media yang cocok dengan karakter anak TK, media yang memanfaatkan teknologi. Perkembangan teknologi di bidang pendidikan akan sangat berguna untuk membantu terciptanya suatu media pembelajaran yang dapat membantu untuk menyampaikan materi dengan baik, dengan menggunakan sarana dari teknologi yang ada, seperti penggunaan komputer sebagai media pengajaran, pendidik dapat memberikan materi yang digabungkan dengan suatu permainan edukatif petualangan dalamsebuah media. Suatu media yang menarik dan atraktif dapat membuat anak-anak lebih senang untuk menerima pelajaran, jika anak-anak sudah mempunyai perasaan senang dalam menerima pelajaran, anak-anak tidak akan cepat bosan untuk menerima pelajaran. Dari paparan tersebut maka perlu adanya pengembangan media pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran interaktif.

Metode yang dipakai adalah metode pengembangan Borg and Gall yang berisi 10 tahap pengembangan yaitu, analisis kebutuhan, perencanaan media, pengembangan produk, ujicoba perseorangan, revisi, ujicoba kelompok kecil, revisi, ujicoba lapangan, revisi serta penyebaran dan pelaporan.

Hasil yang telah dicapai dari ahli media menunjukkan presentase 87.5 % sehingga dapat dikatakan media layak digunakan, dari ahli materi menunjukkan presentase 96 % sehingga dapat dikatakan media layak digunakan, dan dari siswa menunjukkan presentase 93.8 % untukuji kelompok kecil dan 92.5% untuk uji lapangan sehingga dapat dikatakan media layak digunakan pada pembelajaran.