SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Modul Pembelajaran Teknologi Informasi Dan Komunikasi Kompetensi Dasar Membuat Presentasi Dengan Variasi Tabel, Grafik, Gambar dan Diagram Kelas XII Berbasis Learning Cycle Di SMA Negeri 2 Nganjuk

Dian . Puspita

Abstrak


Puspita, Dian. 2011. Pengembangan Modul Pembelajaran Teknologi Informasi Dan Komunikasi Kompetensi Dasar Membuat Presentasi Dengan Variasi Tabel, Grafik, Gambar dan Diagram Kelas XII Berbasis Learning Cycle Di SMA Negeri 2 Nganjuk. Skripsi. Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ir. Syaad Patmanthara, M.Pd, (II) Drs. Slamet Wibawanto, M.T.

Kata Kunci: Learning Cycle, Modul, Pengembangan

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) merupakan salah satu mata pelajaran wajib di SMP, SMA, dan SMK. Karena itulah siswa dituntut untuk mempelajari, menguasai, dan memahami. Namun kenyataanya penggunaan buku paket yang dimiliki siswa didominasi oleh sajian teori jika dibandingkan sajian praktiknya, penggunaan Lembar Kerja Siswa (LKS) umumnya disajikan kurang menarik,  latar belakang pendidik yang kurang menguasai pembelajaran, sehingga kegiatan pembelajaran sebagian besar didominasi guru, siswa kurang aktif.  Akibatnya siswa menjadi cepat bosan dalam pembelajaran. Dengan adanya kelemahan-kelemahan tersebut, maka perlu adanya modul praktikum pada mata pelajaran TIK untuk membantu siswa dalam kegiatan praktikum. Sehingga  siswa benar-benar bisa memahami dan bisa melakukan praktikum baik secara individu maupun secara kelompok. Salah satu pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif adalah pembelajaran yang berbasis konstruktivisme dengan model Learning Cycle 5 fase. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan modul TIK yang berbasis Learning Cycle 5 fase.


Model pengembangan yang digunakan dalam skripsi ini diadaptasi dari langkah-langkah pengembangan Sugiyono, yang terdiri dari identifikasi potensi dan masalah, pengumpulan informasi, desain modul, validasi modul, revisi modul, uji coba modul, dan penyempurnaan modul. Validasi dilakukan dua macam yaitu validasi isi dan uji coba produk. Validator terdiri dari ahli media (dosen), ahli materi (dosen), guru, dan siswa. Data yang diperoleh dari pengembangan modul ini berupa data kuantitatif dan data kualitatif. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam pengembangan modul ini berupa angket. Untuk menganalisis data kuantitatif yang berupa efektifitas modul yang akan dinilai berdasarkan kriteria efektifitas oleh validator, dan nilai siswa setelah mengerjakan modul.


Hasil pengembangan berupa modul yang terdiri dari buku siswa, lembar kerja, dan buku guru. Materi dalam modul adalah Fungsi Menu Dan Ikon Dalam Aplikasi Pembuat Presentasi yang terdiri dari 3 kegiatan belajar. Masing-masing kegiatan belajar dalam modul terdiri dari 5 fase yaitu Engagement, Exploration, Explanation, Elaboration, dan Evaluation. Hasil analisis data angket dari ahli media mendapatkan persentase 98,78%, yang berarti layak, dari ahli materi diperoleh persentase 98,71%, yang berarti layak, dari guru diperoleh persentase 100%, yang berarti layak, dari siswa 75%, yang berarti cukup layak, dari uji coba kelompok kecil diperoleh persentase 96,11%, yang berarti layak, dan dari uji coba lapangan kelompok besar mendapat persentase 85,95% , yang berarti cukup layak. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa modul pembelajaran layak digunakan dalam pembelajaran.