SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM, 2009

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Alat pendeteksi kebocoran tabung gas elpiji berbasis mikrokontroler

Risky Herdy Wardana

Abstrak


 Ada bermacam-macam jenis dan kebutuhan gas. Salah satu contoh gas yang digunakan oleh masyarakat adalah Elpiji, gas ini berbentuk cairan dan tidak berwarna yang baunya menyengat. Elpiji terbentuk dari dua macam campuran senyawa Hydrocarbon yang di kenal butana dan propana. Secara umum berat jenis gas Elpiji jauh lebih besar dari udara dan tiak mempunyai sifat pelumas terhadap metal. Ciri khas dari gas Elpiji sensitif terhadap api, mudah terbakar, tidak berbau dan berwarna, untuk mengetahui gas tersebut bocor atau tidak maka gas Elpiji di beri zat odor, yaitu Ethyl Mercaptane. Penggunaan Gas Elpiji secara umum digunakan di restoran, rumah tangga untuk memasak, rumah sakit, laboratorium. Industri yang menggunakan Elpiji sebagai bahan bakar adalah pabrik-pabrik, penyulingan, perusahaan keramik, bengkel, dan semacamnya. Elpiji jenis campuran yang dipasarkan di masyarakat merupakan bahan bakar yang mudah terbakar dan sensitif tarhadap api. Sehingga sering terjadi kejadian seperti kebakaran. Untuk menanggulangi adanya kejadian kebakaran maka diperlukan suatu alat yang dapat mendeteksi adanya gas yang bocor. Sistem ini bekerja dengan cara mendeteksi gas dari elpiji itu sendiri. Cara kerja dari sensor TGS2610 adalah sensor bekerja saat kebocoran gas elpiji dalam ruangan, perubahan suhu pada heater itu sendiri akan merubah resistansi dari sensor. Keluaran sensor akan diolah oleh pengondisi sinyal dan hasilnya akan dikonversi oleh rangkaian ADC. Output ADC akan oleh Mikrokontroller dan keluaran akhirnya akan ditampilkan pada LCD dan IC perekam sebagai alarm.  Oleh karena kemampuan sensor yang sangat terbatas dalam mendeteksi kadar LPG, maka data yang nantinya akan ditampilkan pada LCD tidak dapat tepat menunjukan berapa persen kandungan alkohol dalam larutan. Hal ini bisa diatasi dengan memberikan range pada setiap kadar alkohol yang dideteksi.
Kesimpulan dari perancangan sistem pendeteksi kebocoran gas Eepiji berbasisi mikrokontroller ini adalah: (1) Sistem ini mampu mendeteksi kadar elpiji dari 300 ppm hingga 1500 ppm, (2) Selang waktu sensor  untuk membaca keadaan suatu ruangan butuh waktu 30 menit untuk memanaskan sensor.