SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perbedaan Penggunaan Model Pembelajaran Kontekstual Hands-On Activity dengan Model Pembelajaran Berbasis Demonstrasi Terhadap Hasil Belajar Desain Grafis dengan Adobe Photoshop pada Siswa Kelas XI di SMA Negeri 2 Malang

wiratno mahardiko

Abstrak


ABSTRAK

 

Model pembelajaran kontekstual hands on activity adalah suatu model yang dirancang untuk melibatkan siswa dalam menggali informasi dan bertanya, beraktivitas dan menemukan, mengumpulkan data dan menganalisis serta membuat kesimpulan sendiri. Siswa diberi kebebasan dalam mengkonstruk pemikiran dan temuan selama melakukan aktivitas sehingga siswa melakukan sendiri dengan tanpa beban, menyenangkan dan dengan motivasi yang tinggi. Model pembelajaran berbasis demonstrasi adalah metode yang digunakan untuk memperlihatkan sesuatu proses atau cara kerja suatu benda yang berkenaan dengan bahan pelajaran. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu (quasi) dengan dasain pretes dan postes yang dilaksanakan di SMAN 2 Malang, tahun pelajaran 2009/2010, semester genap. Sampel yang digunakan sebanyak dua kelas yaitu kelas II IPS 2 sebagai kelompok eksperimen (kelompok yang diterapkan model pembelajaran kontekstual hands on activity) dan kelas II IPS 4 sebagai kelompok kontrol yang diterapkan model pembelajaran berbasis demonstrasi. Teknik analisis data menggunakan uji hipotesis dengan teknik uji-t dua pihak.

Hasil analisis data menunjukkan bahwa: (1) hasil belajar kelompok kelas eksperimen, telah mengalami peningkatan secara signifikan, hal ini dapat dilihat pada nilai rata-rata kemampuan awal siswa sebesar 58,87, setelah diadakan postes nilai rata-rata sebesar 78,37; (2) hasil belajar kelompok kelas kontrol, telah terjadi peningkatan, hal ini dapat dilihat pada nilai rata-rata kemampuan awal siswa sebesar 59,58, setelah diadakan postes nilai rata-rata kelompok kontrol sebesar 64,58; dan (3) terdapat perbedaan hasil belajar antara kelompok kelas eksperimen dengan kelompok kelas kontrol, dengan nilai t-hitung sebesar 6,494 dan t-tabel sebesar 1,993, pada taraf signifikansi 5%. Dari hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata antara kelompok eksperimen dibanding kelompok kontrol. Hal ini ditunjukkan bahwa nilai t-hitung > t-tabel. Dengan demikian dari penelitian ini disarankan diadakan penelitian lanjutan yang sejenis dengan menggunakan metode penelitian yang berbeda.