SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN GAME EDUKASI PADA MATA PELAJARAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) KELAS VII SEMESTER GASAL SMP NEGERI 1 TRENGGALEK

Romita Apriyani

Abstrak


ABSTRAK

 

Apriyani, Romita. 2011. Pengembangan Media Pembelajaran Game Edukasi Pada Mata Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) KelaS VII Semester Gasal SMP Negeri 1 Trenggalek. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Slamet Wibawanto, M.T, (II) Harits Ar Rosyid, S.T., M.T.

 

Kata kunci: multimedia interaktif, game edukasi, TIK

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini berpengaruh besar terhadap berbagai aspek kehidupan, bahkan perilaku dan aktivitas manusia kini banyak tergantung kepada teknologi informasi dan komunikasi. Salah satu contohnya adalah pemanfaatan teknologi pada proses belajar mengajar, terutama teknologi multimedia komputer. Dalam dunia pendidikan, berbagai media pembelajaran berbasis multimedia ini mulai dikembangkan, untuk membantu terciptanya proses pembelajaran yang efektif dan menarik. Salah satu bentuk media pembelajaran berbasis multimedia adalah game edukasi. Game edukasi dipilih karena game sebagai media visual memiliki kelebihan dibandingkan dengan media visual yang lain karena game mengajak pemainnya untuk turut serta dan andil dalam menentukan hasil akhir dari game tersebut. Game pada saat ini juga telah dikenal oleh sebagian besar siswa SMP dan SMA.

Tujuan dari pengembangan ini adalah untuk merancang dan membuat media pembelajaran game edukasi pada mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk SMP Kelas VII semester gasal serta melakukan uji coba media untuk membuktikan bahwa media tersebut layak digunakan untuk pembelajaran.

Penelitian ini menggunakan model pengembangan media pembelajaran Arif S. Sadiman (2002). Pada model ini pengembangan media media pembelajaran dikelompokkan ke dalam 10 tahap besar, yaitu: 1) analisis kebutuhan; 2) analisis tujuan; 3) pengembangan materi; 4) produksi, 5) menyusun petunjuk pemanfaatan; 6) komentar ahli media, ahli materi dan audiens; 7) uji coba perseorangan; 8) uji coba kelompok kecil; 9) uji coba lapangan; dan 10) revisi. Subjek coba pada penelitian ini terdiri dari ahli media, ahli materi dan calon pengguna (siswa). Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah angket (kuesioner) yang bersifat semitertutup. Setelah data uji coba berhasil didapatkan, maka dilakukan pengolahan data. Pengolahan data hasil uji coba dianalisis menggunakan rumus presentase.

Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan, didapatkan persentase hasil uji coba oleh ahli media sebesar 88,4%, ahli materi sebesar 91,5%, siswa (perseorangan) sebesar 79,1%, hasil uji coba kelompok kecil sebesar 89,6% dan hasil uji coba lapangan sebesar 94,05%. Rata-rata persentase hasil uji coba adalah 88,5%. Menurut pedoman kriteria tingkat kelayakan media, maka media pembelajaran game edukasi ini sudah valid dan tidak perlu dilakukan revisi. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pengembangan media pembelajaran berbasis game edukasi ini layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran.