SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Media Pembelajaran Animasi untuk Mata Diklat Produktif Teknik Komputer Jaringan Siswa Kelas XI SMK

Nirwana Haidar Hari

Abstrak


ABSTRAK

 

Hari, Nirwana Haidar. 2010. Pengembangan Media Pembelajaran Animasi untuk Mata Diklat Produktif Teknik Komputer Jaringan Siswa Kelas XI SMK. Program Studi Pendidikan Teknik Elektro. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sujono, M.T, (II) Dyah Lestari, S.T., M.Eng.

 

Kata kunci: pengembangan, media pembelajaran animasi, Produktif TKJ.

Media pembelajaran yang digunakan di SMKN 2 Pamekasan, masih sangat sederhana, khususnya media pembelajaran yang berbasis komputer. Akibatnya, kegiatan pembelajaran di SMKN 2 Pamekasan tidak berjalan dengan maksimal. Sebagian besar siswa kurang aktif dalam mengikuti pelajaran. Hal ini terlihat dari seringnya siswa tidak megumpulkan tugas yang diberikan oleh pengajar atau guru mata diklat tertentu. Permasalahan tersebut membuat guru perlu memikirkan suatu cara yang dapat membuat siswa lebih berminat dan antusias dalam mengikuti pelajaran. Pengembangan media pembelajaran ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran animasi pada mata diklat Produktif TKJ siswa kelas XI SMKN 2 Pamekasan.

Pengembangan media pembelajaran animasi ini menggunakan model pengembangan Dick and Carrey yang telah dimodifikasi. Subjek uji coba adalah siswa yang mengikuti mata diklat produktif TKJ kelas XI TKJ-B SMKN 2 Pamekasan. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Instrumen pengumpulan data berupa lembar evaluasi untuk ahli media dan ahli materi, sedangkan untuk siswa berupa lembar angket. Data yang dikumpulkan dalam pengembangan ini adalah data evaluasi dari ahli materi, data evaluasi dari ahli media, dan penilaian siswa terhadap media pembelajaran animasi.

Setelah mengalami tahap validasi, media pembelajaran animasi ini mendapatkan skor diantaranya: (1) 91,70 % penilaian dari ahli materi; (2) 95,83 % penilaian dari ahli media; (3) 98,08 % penilaian siswa secara perorangan; (4) 96,15 % penilaian siswa secara kelompok kecil, dan; (5) 93,31 % penilaian siswa secara kelompok besar. Dari penilaian responden tersebut, maka dapat disimpulkan media pembelajaran animasi yang telah dikembangkan dikatakan valid dan tanpa revisi dengan beberapa pertimbangan dan saran dari responden.