SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perbedaan Hasil Belajar Metode Ceramah Bermakna Dengan Metode Problem Solving Pada Materi Perangkat Lunak Pengolah Angka Siswa Kelas XI MA Maarif Sukorejo

Agustin Muvidhatul Islamiyah

Abstrak


ABSTRAK

 

Muvidhatul, Islamiyah A. 2011. Perbedaan Hasil Belajar Metode Ceramah Bermakna Dengan Metode Problem Solving Pada Materi Perangkat Lunak Pengolah Angka Siswa Kelas XI MA Maarif Sukorejo. Skripsi, Jurusan Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Suwasono, M.,T, (II) Yuni Rahmawati, S.T., M.T. (Pembimbing II)

 

Kata Kunci: Hasil belajar, ceramah bermakna, problem solving

Selama ini kegiatan yang dilakukan siswa pada saat proses belajar lebih banyak hanya mendengar apa yang disampaikan guru. Komunikasi yang terjadi adalah komunikasi satu arah, yaitu guru kepada siswa. Dengan pembelajaran satu arah dan lamanya jam pelajaran, menimbulkan kebosanan bagi siswa, sehingga minat siswa pada pelajaran TIK  berkurang, hal ini mengakibatkan hasil belajar siswa masih rendah.

Penelitian dengan metode Problem solving ini dilakukan dalam upaya meningkatkan hasil belajar dan kemampuan memecahkan masalah pada materi menu dan ikon pengolah angka. Metode problem solving melatih siswa dalam menghadapi masalah. Siswa dipacu untuk kreatif, aktif, dan tanggap dalam menghadapi berbagai masalah. Sedangkan guru memotivasi, memberikan arahan dan menjadi fasilitator. Untuk membantu guru dalam menguatkan konsep dengan simulasi/tahap-tahap pemecahan masalah.

Penelitian ini menggunakan rancangan Quasi ekperimental atau eksperimen semu. Sampel yang digunakan sebanyak dua kelas yaitu kelas XI Bahasa sebagai kelompok eksperimen (kelompok yang diberi perlakuan menggunakan metode problem solving dan kelas XI IPS  sebagai kelompok kontrol digunakan metode ceramah bermakna.  Teknik analisis data menggunakan uji hipotesis dengan teknik uji-t dua pihak yang digunakan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa.

Hasil analisis data menunjukkan bahwa: (1) hasil belajar yang menggunakan metode problem solving telah terjadi peningkatan hasil belajar, hal ini dapat dilihat pada nilai kemampuan awal siswa dengan nilai rata-rata sebesar 61,12, setelah diadakan perlakuan nilai rata-ratanya menjadi sebesar 85,42, sedangkan  hasil belajar menggunakan metode ceramah bermakna hanya 79,04 dari kemampuan awal 62,20. (2) adanya perbedaan hasil belajar pada kelas kontrol dan eksperimen. Hal ini dibuktikan dari nilai Sig < 0,05 pada uji-t dua pihak. Dari hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan rata-rata antara kelas eksperimen dibanding kelas kontrol.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan metode problem solving dapat meningkatkan hasil  belajar siswa pada kompetensi dasar menggunakan menu ikon yang terdapat dalam perangkat lunak pengolah angka.