SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Studi Pelaksanaan Pembelajaran berbasis Lesson Study bagi Mahasiswa PPL Program Studi Pendidikan Teknik Informatika di SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang

Endra Kuswara

Abstrak


ABSTRAK

 

Kuswara, Endra. 2011. Studi Pelaksanaan Pembelajaran berbasis Lesson Study bagi Mahasiswa PPL Program Studi Pendidikan Teknik Informatika di SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang. Skripsi, ProgramStudi Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Dwi Prihanto, S.S.T., M.Pd, (II) M. Rodhi Faiz, S.T., M.T.

 

Kata Kunci: pembelajaran, lesson study, PPL.

Guru memegang peran utama dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan menentukan keberhasilan siswa di sekolah. Mahasiswa PPL PTI UM sebagai calon guru, yaitu calon tenaga kependidikan, perlu dibina dan dikembangkan kemampuannya. Perlu diupayakan cara atau pendekatan yang layak untuk mengatasi masalah seputar pembelajaran. Melalui lesson study, sangat dimungkinkan meningkatkan kualitas pembelajaran dan kualitas pendidik. Oleh karena itu, pelaksanaan PPL diterapkan dengan menggunakan pendekatan lesson study. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan pelaksanaan kegiatan perencanaan pembelajaran (plan) oleh mahasiswa PPL PTI UM  (2) mendeskripsikan pelaksanaan kegiatan pembelajaran (do) oleh mahasiswa PPL PTI UM, (3) mendeskripsikan pelaksanaan kegiatan refleksi hasil pembelajaran (see) mahasiswa PPL, dan (4) mengungkap hambatan dari pelaksanaan pembelajaran berbasis lesson study bagi mahasiswa PPL PTI UM.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Penelitian ini dilakukan di SMA Lab. Universitas Negeri Malang. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa PPL program Pendidikan Teknik Informatika tahun ajaran 2010-2011 semester genap. Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi wawancara, studi dokumentasi dan observasi. Langkah-langkah yang dilakukan pada tahap analisis data adalah reduksi data, displai data, dan penarikan kesimpulan.

Hasil penelitian ini bahwa: (1) Pelaksanaan kegiatan perencanaan pembelajaran (plan) oleh mahasiswa PPL prodi Pendidikan Teknik Informatika di SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang dilakukan dengan cara guru model sudah membuat rancangan pelaksanaan pembelajaran (RPP) terlebih dahulu, lalu didiskusikan dengan dengan guru pamong dan mahasiswa PPL PTI UM. Hal-hal yang didiskusikan dalam tahap plan tersebut, yaitu tujuan pertemuan, tujuan pembelajaran, apersepsi untuk pembuka pembelajaran, metode yang digunakan, media pembelajaran yang akan digunakan, materi yang akan disampaikan, alokasi waktu dan instrumen evaluasi pembelajaran. (2) Pelaksanaan kegiatan pembelajaran (do) oleh mahasiswa PPL prodi Pendidikan Teknik Informatika di SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang merupakan bentuk realisasi dari hasil dalam tahap plan. Pelaksanaan do dilaksanakan dengan pedoman RPP yang telah disusun sebelumnya, dimana guru model menggunakan model konstruktivistik dan media pembelajaran berupa modul elektronik. Observer dibagi untuk mengamati kelompok yang telah ditentukan oleh guru model dengan berpedoman lembar observasi. Observer hanya bertugas mengamati aktivitas siswa, tidak ada yang membantu siswa dalam pembelajaran. (3) Pelaksanaan kegiatan refleksi hasil pembelajaran (see) mahasiswa PPL prodi Pendidikan Teknik Informatika di SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang dilakukan setelah kegiatan pembelajaran (do) pada hari yang sama. Refleksi dihadiri oleh guru pamong, guru model dan observer dari mahasiswa PPL PTI UM yang hadir pada saat do. Refleksi dipimpin oleh moderator, yaitu guru pamong dan notulen dari mahasiswa PPL PTI UM. Komentar observer sebagian besar sudah berpusat pada aktivitas siswa. (4) Hambatan dari tahap plan, yaitu:  (a) ketidaksesuaian dalam menempatkan metode, materi dan media dengan kondisi kelas yang ada dan (b) kurangnya komunikasi dan koordinasi satu tim dalam pelaksanaan plan. Hambatan dari tahap do, yaitu:(a) kurangnya percaya diri dari guru model; (b) kurangnya kemampuan mengelola kelas; (c) ketidaksesuaian antara RPP dan implementasi pembelajaran di kelas; (d) sarana dan prasarana seperti ruang lab/kelas yang terlalu memanjang dan komputer yang sering rusak dan (e) pada saat menjadi observer, ada siswa yang datang terlambat dan terlalu banyak siswa yang diamati oleh observer. Hambatan dari tahap see, yaitu  (a) tidak hadirnya salah satu observer, sehingga dapat mengurangi masukan yang didapatkan dan (b) keterbatasan waktu dalam pelaksanaan refleksi pembelajaran.

Saran yang dapat peneliti berikan, yaitu: (1) dalam tahap perencanaan pembelajaran (plan), sebaiknya dilakukan satu minggu sebelum proses pembelajaran dikarenakan, jika ada kekurangan dari hasil plan, guru model dapat mempersiapkan perbaikan beberapa hari sebelumnya, sehingga dalam pembelajaran bisa berlangsung lebih baik; (2) dalam tahap pelaksanaan pembelajaran (do), guru model sebaiknya mengelompokkan siswa secara heterogen sebelum pembelajaran, dengan harapan pembelajaran dapat berjalan sesuai harapan dan siswa dapat lebih aktif dalam bekerja secara kelompok (3) dalam tahap refleksi pembelajaran (see), sebaiknya dilakukan langsung setelah pembelajaran, agar semua observer dapat hadir dan pembelajaran sebelumnya masih mudah diingat; (4) untuk pihak sekolah, ruang laboratorium yang memanjang sebaiknya ditata lebih baik lagi, untuk memudahkan guru model dalam pembelajaran dan perlu adanya perawatan komputer secara berkala, untuk mencegah hambatan dalam pembelajaran. Selain itu, pelaksanaan lesson study perlu ditambah kuantitasnya karena dirasa dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan kemampuan mahasiswa PPL PTI UM dan (5) untuk institusi, sebaiknya mahasiswa PPL PTI UM diberikan materi tentang metode pembelajaran dan penerapannya serta memberikan materi tentang lesson study lebih awal sehingga pada saat praktik di lapangan sudah memiliki bekal yang cukup dalam pembelajaran.