SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Sumber Belajar Pembuatan Shuttlecock Berbasis Web Dengan Menggunakan Moodle Untuk Pembelajaran Jarak Jauh

Widya Agustina

Abstrak


ABSTRAK

 

Agustina, Widya. 2011. Pengembangan Sumber Belajar Pembuatan Shuttlecock Berbasis Web Dengan Menggunakan Moodle Untuk Pembelajaran Jarak Jauh. Skripsi. Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Dwi Prihanto, S.ST., M.Pd. (II) Dyah Lestari, S.T., M.Eng.

 

Kata kunci: perkembangan teknologi informasi, pembelajaran jarak jauh, web, pembuatan shuttlecock

Perkembangan teknologi informasi semakin berkembang dan membawa dampak yang cukup besar pada bidang pendidikan. Perkembangan teknologi informasi tersebut semakin mendorong upaya-upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil-hasil teknologi dalam pendidikan. Pemanfaatan hasil-hasil teknologi tersebut dapat dilakukan dengan memanfaatkan salah satu teknologi jaringan belajar yang disebut sebagai online technology. Teknologi ini menawarkan suatu alternatif yang memungkinkan peserta didik dapat mengakses sendiri materi dan bahan yang dibelajarkan atau pembelajaran jarak jauh, yaitu dalam bentuk sumber belajar berbasis web. Web merupakan salah satu fasilitas di internet yang memiliki kemampuan untuk menampilkan berbagai jenis data berupa teks, gambar, video dan data lainnya. Hal inilah yang menjadikan web lebih banyak dipakai sebagai sarana untuk memberikan informasi maupun berkomunikasi oleh berbagai kalangan termasuk kalangan pendidikan. Seiring dengan teknologi yang berkembang saat ini, maka peneliti mengembangkan sumber belajar pembuatan shuttlecock berbasis web dengan menggunakan moodle untuk pembelajaran jarak jauh.

Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pengembangan yang dilakukan oleh Abidin dan Sadiman, karena sesuai dengan tahapan sumber belajar pembuatan shuttlecock dan kemudahan dalam kegiatan validasi (konsultasi ahli media, ahli materi dan peserta didik atau masyarakat). Model pengembangan ini terdiri dari: analisis kebutuhan, analisis tujuan, mengembangkan materi, menyusun naskah, produksi, menyusun petunjuk pemanfaatan, validasi dan revisi. Sumber belajar yang dihasilkan memiliki fasilitas-fasilitas antara lain: modul yang berupa teks berbentuk portable document format (PDF), ilustrasi gambar, foto, audio-video, forum, chat dan lain-lain. Sumber belajar ini dapat diakses secara online melalui internet dan modul yang disediakan dapat di-download secara langsung.

Pengambilan data validasi dalam sumber belajar ini digali dengan menggunakan instrumen berupa angket yang dilakukan terhadap 3 subjek yaitu: ahli media, ahli materi dan masyarakat (remaja karang taruna). Hasil uji coba produk yang dilakukan terhadap 3 subjek tersebut adalah sebagai berikut: ahli media menyatakan produk ini valid dengan persentase 84%, ahli materi menyatakan produk ini valid dengan persentase 90,2%, masyarakat Desa Sumengko menyatakan produk ini valid dengan persentase 89,2% dan masyarakat Kelurahan Payaman menyatakan produk ini valid dengan persentase 86,2%.