SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGARUH PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PBL) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X-1 SMA NEGERI 1 MALANG

HILMI KANZUL FAIZI

Abstrak


ABSTRAK

 

Pembelajaran berbasis masalah merupakan suatu pembelajaran yang menuntut  mental peserta didik untuk memahami suatu konsep pembelajaran melalui situasi dan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran berbasis masalah bertujuan untuk membantu peserta didik mengembangkan kemampuan berpikir dan mengembangkan kemampuan dalam memecahkan masalah dan menggali informasi sebanyak-banyaknya, kemudian dianalisis dan dicari solusi dari permasalahan yang ada.

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran berbasis masalah terhadap hasil belajar siswa dan melihat manfaat pembelajaran berbasis dalam mengetahui kemampuan berpikir kritis siswa SMA Negeri 1 Malang.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil belajar siswa yang menggunakan model PBL dengan metode ceramah bermakna, serta untuk mengetahui tingkat kemampuan berpikir kritis siswa kedua kelas. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswas kelas X-IPA4 SMAN 1 Malang semester genap tahun pelajaran 2010/2011. Sedangkan sampel penelitian ini adalah kelas X-1 sebagai kelas eksperimen dan kelas X-4 sebagai kelas kontrol. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif jenis Quasi Experimental Design bentuk non equvalent control group yang menggunakam dua kelompok, masing-masing kelompok eksperimen dan satu lagi kelompok kontrol.Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik tes(post tes) dan non tes (observasi). Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik kuantitatif  untuk menganalisis data kemampuan awal siswa, hasil belajar siswa yang terdiri dari uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan hasil belajar antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. hasil belajar kelas eksperimen lebih tinggi daripada prestasi belajar siswa kelas kontrol. Untuk hasil belajar kelas eksperimen tertinggi 88,8 dan terendah 74,5, sedangkan untuk kelas kontrol hasil belajar tertinggi 81,8 dan terendah 72,4. Untuk nilai kemampuan berpikir kritis siswa kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol, dimana rerata nilai kemampuan berpikir kritis siswa kelas eksperimen 81,14 dan untuk kelas kontrol 77,47.