SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan antara Persepsi terhadap Kompetensi Pedagogik dan Kompetensi Akademik dengan Persepsi terhadap Guru TIK yang Profesional pada Mahasiswa PTI Angkatan 2007 Jurusan TE FT UM

Siti Aisa

Abstrak


ABSTRAK

 

Aisa, Siti. 2011. Hubungan antara Persepsi terhadap Kompetensi Pedagogik dan Kompetensi Akademik dengan Persepsi terhadap Guru TIK yang Profesional pada Mahasiswa PTI Angkatan 2007 Jurusan TE FT UM. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Informatika Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Setiadi C.P., M.Pd., M.T., (II) M. Rodhi Faiz, S.T., M.T.

 

Kata kunci: persepsi, persepsi terhadap kompetensi guru, persepsi terhadap   kompetensi akademik, persepsi terhadap guru TIK yang profesional.

 

           Persepsi adalah proses penerimaan, pengorganisasian, dan penafsiran terhadap stimulus atau segala sesuatu yang diterima oleh individu dari lingkungannya. Persepsi terhadap kompetensi pedagogik (X1) adalah persepsi terhadap kemampuan pengelolaan pembelajaran peserta didik. Persepsi terhadap kompetensi akademik (X2) adalah persepsi terhadap penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam, serta penguasaan terhadap metodologi keilmuannya. Persepsi terhadap guru TIK yang profesional (Y) adalah persepsi terhadap seorang guru TIK yang ahli dalam bidangnya, memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai guru TIK, kualifikasi pendidikan guru TIK, dan senantiasa untuk selalu meningkatkan kualitasnya.

            Tujuan penelitian ini untuk mengungkap: (1) deskripsi X1; (2) deskripsi X2; (3) deskripsi Y; (4) signifikansi hubungan antara X1 dengan Y; (5) signifikansi hubungan antara X2 dengan Y; dan (6) signifikansi hubungan antara X1 dan X2 secara simultan dengan Y. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa PTI angkatan 2007 Jurusan TE FT UM.

            Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelasional yang bersifat ex post facto. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis korelasi parsial untuk menguji adanya hubungan antara X1 dengan Y (X2 dikontrol) maupun X2 dengan Y (X1 dikontrol), dan analisis regresi linear dua prediktor untuk mengetahui hubungan antara X1,2 dengan Y.

Hasil penelitian ini adalah: (1) X1 berada pada kategori tinggi sebanyak 68 responden (73,91%); (2) X2 berada pada kategori tinggi sebanyak 52 responden (56,52%); (3) Y berada pada kategori tinggi sebanyak 64 responden (69,56%); (4) nilai koefisien korelasi parsial antara X1 dengan Y (X2 dikontrol) yaitu (ryx1) sebesar 0,452; (5) nilai koefisien korelasi parsial antara X2 dengan Y (X1 dikontrol) yaitu (ryx2) sebesar 0,518; dan (6) nilai analisis regresi linear dua prediktor antara X1 dan X2 dengan Y yaitu Ryx1x2 sebesar 0,745 dan nilai Fhitung sebesar 55,635.

Kesimpulan penelitian ini adalah: (1) X1 berada pada kategori tinggi; (2) X2 berada pada kategori tinggi; (3) Y berada pada kategori tinggi; (4) Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara X1 dengan Y, (5) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara X2 dengan Y; dan (6) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara X1 dan X2 secara simultan dengan Y.