SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Persepsi Guru TIK di Kabupaten Trenggalek Mengenai Program Sertifikasi Guru Sebagai Upaya Pengembangan Profesionalisme

Ratna Agustyasari

Abstrak


ABSTRAK

 

Agustyasari, Ratna. 2011. Persepsi Guru TIK di Kabupaten Trenggalek Mengenai Program Sertifikasi Guru Sebagai Upaya Pengembangan Profesionalisme. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Informatika Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Heru Wahyu Herwanto, S.T., M.Kom., (II) Drs. Slamet Wibawanto, M.T.

 

Kata Kunci : persepsi, guru TIK, sertifikasi guru, pengembangan profesionalisme

Sertifikasi guru adalah proses pemberian sertifikat pendidik untuk guru yang telah memenuhi standar kompetensi guru. Persepsi guru terhadap pelaksanaan sertifikasi guru merupakan salah satu hal yang berpengaruh terhadap keberhasilan tujuan dari pelaksanaan sertifikasi, salah satunya adalah peningkatan profesionalisme. Guru TIK di Kabupaten Trenggalek merupakan tenaga pendidik yang mengajar pada bidang ilmu TIK walaupun bukan dari lulusan pendidikan TIK atau bahkan berasal dari orang nonkependidikan. Telah ada guru yang mengikuti sertifikasi namun bukan dalam bidang TIK, sedangkan untuk guru TIK dari lulusan nonkependidikan belum ada yang mengikuti sertifikasi dikarenakan belum terpenuhinya syarat masa kerja. Dari kondisi tersebut maka memungkinkan banyak persepsi yang berbeda-beda terhadap program sertifikasi.

Penelitian ini membahas tentang bagaimanakah persepsi guru TIK di Kabupaten Trenggalek mengenai program sertifikasi guru sebagai upaya pengembangan profesionalisme. Subjek dalam penelitian ini yaitu Guru TIK di Kabupaten Trenggalek yang berjumlah 55 orang dari jumlah populasi 69 orang guru. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling. Rancangan penelitian dalam penelitian ini yaitu desriptif kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket. Analisis data yang digunakan yaitu deskriptif dengan pendekatan kuantitatif menggunakan software SPSS 17.0 for Windows.

Hasil penelitian ini yaitu: (1) Berdasarkan data yang diperoleh 27,3% guru TIK di Kabupaten Trenggalek sudah disertifikasi dan 72,7% belum disertifikasi; (2) Dalam hal variabel persepsi guru TIK di Kabupaten Trenggalek mengenai program sertifikasi guru sebagai upaya pengembangan profesionalisme termasuk dalam kualifikasi baik dengan persentase sebesar 52,73%; Terdapat beberapa persamaan karakteristik responden yang memberikan skor tertinggi dan skor terendah yaitu pada kelompok jenis kelamin laki-laki, usia 48-55 tahun, guru pada jenjang SMK, masa kerja >20 tahun, dan belum mengikuti sertifikasi; Tidak terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan dalam kelompok jenis kelamin, keikutsertaan sertifikasi, masa kerja, usia, guru jenjang dan tipe asal sekolah; (3) Persepsi guru TIK terhadap subvariabel konsep dasar sertifikasi termasuk dalam kualifikasi sangat baik dengan persentase sebesar 61,82%; Karakteristik responden yang memberikan skor tertinggi dan terendah adalah sama persis di semua kelompok kriteria yaitu jenis kelamin laki-laki, usia 48-55 tahun, guru pada jenjang SMP, masa kerja >20 tahun, belum mengikuti sertifikasi dan berasal dari sekolah RSBI; Tidak terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan dalam kelompok jenis kelamin, keikutsertaan sertifikasi, masa kerja, usia, guru jenjang dan tipe asal sekolah; (4) Persepsi guru TIK terhadap subvariabel pelaksanaan sertifikasi termasuk dalam kualifikasi baik dengan persentase sebesar 74,55%; Terdapat beberapa persamaan karakteristik responden yang memberikan skor tertinggi dan skor terendah yaitu pada kelompok jenis kelamin laki-laki, usia 24-31 dan 40-47 tahun, guru pada jenjang SMP, masa kerja ≤5 tahun, belum mengikuti sertifikasi dan dari sekolah RSBI; Tidak terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan dalam kelompok jenis kelamin, keikutsertaan sertifikasi, masa kerja, usia, dan guru jenjang kecuali pada kelompok tipe asal sekolah ditemukan terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok sekolah SSN dan RSBI; (5) Persepsi guru TIK terhadap subvariabel pengembangan profesionalisme melalui program sertifikasi persentase termasuk dalam kualifikasi baik dengan persentase sebesar 67,27%; Terdapat satu persamaan karakteristik responden yang memberikan skor tertinggi dan terendah yaitu pada kelompok jenis kelamin laki-laki; Tidak terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan dalam kelompok jenis kelamin, keikutsertaan sertifikasi, masa kerja, usia, guru jenjang dan tipe asal sekolah.

Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh saran yang dapat diberikan yaitu: (1) Bagi lembaga penyelenggara sertifikasi untuk menambah lagi sosialisasi sertifikasi dalam bidang pelaksanaan sertifikasi dan pengembangan profesionalisme melalui program sertifikasi; (2) Bagi Kepala Sekolah untuk senantiasa mendorong, memotivasi dan memfasilitasi para guru untuk mendapatkan peluang mengikuti sertifikasi; (3) Bagi Guru TIK di Kabupaten Trenggalek untuk senantiasa meningkatkan kualitas diri dalam proses belajar mengajar dan mengikuti perkembangan informasi mengenai sertifikasi; (4) Penelitian selanjutnya untuk menggunakan rancangan penelitian kualitatif agar persepsi guru terhadap sertifikasi bisa diuraikan lebih jelas dan mendalam.