SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Aplikasi Learning Style Inventory Berbasis Fuzzy Logic untuk Menentukan Gaya Belajar Siswa

DWIPRIYATMOKO .

Abstrak


ABSTRAK

 

Siswa terkadang masih belum mengerti tentang gaya belajar yang dimilikinya. Seorang siswa yang kenal akan dirinya sendiri akan lebih mudah mempelajari hal-hal baru menurut gaya belajar yang dominan. Secara umum gaya belajar yang ada diantaranya gaya belajar visual, gaya belajar auditorial, gaya belajar kinestetik, selain itu ada gaya belajar tambahan yang bersifat campuran misalnya gaya belajar auditori-visual atau gaya belajar visual-kinestetik atau bisa ketiga-tiganya. Penentuan gaya belajar selama ini masih menggunakan tes manual, yakni siswa menjawab pernyataan-pernyataan dalam sebuah kertas. Hal tersebut sangatlah menyita waktu, dalam proses penentuan hasil dari tes tersebut. Disamping itu sistem seperti itu besar kemungkinan terjadinya kesalahan dalam penentuan gaya belajar. Dengan adanya sistem berbasis ICT dapat mengatasi kelemahan sistem sebelumnya. Tujuan dari pengembangan ini adalah tersedianya aplikasi Learning Style Inventory berbasis Fuzzy Logic untuk menentukan gaya belajar siswa. Aplikasi ini dapat digunakan langsung oleh siswa atau guru Bimbingan dan Konseling. Aplikasi Learning Style Inventory menggunakan metode prototipe. Metode prototipe ini mempunyai beberapa tahap sebagai berikut, pengumpulan kebutuhan, membangun prototipe, evaluasi prototipe, mengkodekan sistem, menguji sistem, evaluasi sistem, dan menggunakan sistem. Teknik pengujian dilakukan dengan metode white-box dan black-box. Pengujian white-box menggunakan pengujian basis path. Pengujian black-box berfokus pada persyaratan perangkat lunak. Subjek uji coba aplikasi Learning Style Inventory sebagai berikut, ahli media, guru BK SMA Negeri Pronojiwo, dan siswa SMA Negeri Pronojiwo. Pengujian white-box mengalami tiga kali tahap untuk memperoleh hasil yang diharapkan. Hasil pengujian black-box diperoleh hasil rata-rata 98,3% untuk ahli media, rata-rata 98,2% untuk guru BK, dan rata-rata 94,5% untuk siswa. Secara keseluruhan hasil rata-rata dari ketiga validator aplikasi sebesar 97%, yang berarti aplikasi valid dan tidak perlu revisi. Dengan demikian aplikasi sesuai dengan keinginan pengguna sehingga aplikasi dapat digunakan  dan diproduksi secara masal