SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Model Problem Based Learning (PBL)-Cooperative Learning Tipe Teams Games Tournaments (TGT) dalam Pembelajaran Materi Perbaikan Peripheral Kelas X TKJ SMK Negeri 6 Malang.

Abdul Majidin Mas'ud

Abstrak


ABSTRAK

 

Mas’ud, Abdul Majidin. 2011. Penerapan Model Problem Based Learning (PBL)-Cooperative Learning Tipe Teams Games Tournaments (TGT) dalam Pembelajaran Materi Perbaikan Peripheral Kelas X TKJ SMK Negeri 6 Malang. Pembimbing: (I) Drs. Puger Honggowiyono, M.T., (II) Triyanna Widiyaningtyas, S.T, M.T.

 

Kata Kunci : Problem Based Learning, TGT, Hasil Belajar, Peripheral

Pendidikan mempunyai peran yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas masyarakat Indonesia baik dari segi kognitif, afektif dan psikomotor. Akan tetapi faktanya tiga hal ini belum bisa diwujudkan karena proses pembelajaran di lapangan masih memakai model pembelajaran yang konvensional. Untuk itu digunakan Problem Based Learning (PBL) yang dipadukan dengan model Team Games Tournament (TGT) dalam pembelajaran peripheral. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan hasil belajar kelas kontrol  dan kelas eksperimen, untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran terhadap hasil belajar, serta mengetahui hasil keterlaksanaan TGT di dalam di dalam kelas.

Rancangan penelitian yang digunakan adalah quasi eksperiment dengan teknik purposive sampling, adapun sampel penelitian adalah siswa kelas X TKJ 7 sebagai kelas kontrol dan X TKJ 1 sebagai kelas eksperimen. Instrumen yang digunakan yaitu instrumen perlakuan yaitu RPP, silabus, kisi-kisi soal tes beserta soal tes dan kunci jawaban, handout, dan jobsheet. Instrumen pengukuran menggunakan rubrik psikomotorik dan afektif serta untuk mengukur variabel X berupa angket dan variabel Y. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik kuantitatif dengan bantuan SPSS dan analisis kualitatif.

Hasil penelitian rata-rata nilai hasil belajar siswa pada kelompok eksperimen adalah 79,75 dan pada kelompok kontrol adalah 80,21 serta hasil respon siswa terhadap pembelajaran menggunakan angket diperoleh rata-rata skor perolehan respon siswa pada kelompok eksperimen adalah 83,64. Data hasil belajar dari masing-masing kelompok diuji hipotesis menggunakan uji-t serta data hasil belajar dan data respon siswa diuji hipotesis menggunakan uji regresi linear sederhana. Dari uji-t diperoleh hasil yaitu thitung (0,407) < ttabel (2,000). Kesimpulan dari analisis uji-t menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa kelas kontrol dan eksperimen. Namun jika dianalisis dengan uji-t paired sample antara pre test dan post test kelas kontrol maupun kelas eksperimen maka ada perbedaan antara rata-rata nilai. Selanjutnya uji regresi linear sederhana diperoleh hasil yaitu Sig. (0,969) > 0,05 sehingga dapat disimpulan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan antara penerapan model pembelajaran PBL-CL-TGT terhadap hasil belajar materi perbaikan Peripheral. Terakhir yaitu  keterlaksanaan TGT didalam kelas, untuk mengetahui keberhasilan pelaksanaannya dapat diketahui dari hasil angket, diketahui bahwa respon siswa terhadap keterlaksanaan metode pembelajaran sangatlah baik namun tidak berpengaruh terhadap hasil belajar siswa.