SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pemetaan Kompetensi Profesional Guru TIK di SMA Negeri Se-Kota Malang

Arif Nurul Hadi

Abstrak


ABSTRAK

 

Hadi, Arif Nurul. 2011. Pemetaan Kompetensi Professional Guru Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di SMA Negeri Se-Kota Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Wahyu Sakti G.I., M.Kom., (II) M. Rodhi Faiz, S.T., M.T.

 

Kata Kunci:  Pemetaan, Kompetensi Professional, Guru TIK.

Kurikulum pendidikan yang diterapkan di Indonesia sejak tahun 2006 hingga saat ini adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Salah satu bidang studi yang ditetapkan dalam KTSP adalah mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Pada kenyataannya, saat kebijakan mata pelajaran TIK ini dikeluarkan oleh pemerintah, ternyata belum ada kesiapan SDM (dalam hal ini tenaga pengajar/guru) di sekolah-sekolah. Akhirnya siapapun yang bisa belajar materi TIK dan bersedia mengajar mata pelajaran TIK dapat secara otomatis menjadi guru TIK.

Pemilihan guru mata pelajaran TIK juga mengabaikan latar belakang pendidikan dan kesesuaian kualifikasi akademik guru. Data dari Direktorat Tenaga Kependidikan Dikdasmen Depdiknas, pada tahun 2004 menunjukkan terdapat 927.947 (43,02 %) guru SD, SMP, dan SMA yang tidak memenuhi kualifikasi pendidikan nasional. Permasalahan pendidikan yang telah diuraikan di atas terjadi di seluruh wilayah Indonesia, tak terkecuali kota Malang. Sekalipun di kota Malang jumlah tenaga pendidik secara kuantitatif sudah cukup, tetapi mutu dan profesionalisme belum sesuai dengan harapan.

Berdasarkan uraian di atas peneliti terdorong untuk melakukan penelitian dengan tujuan mendeskripsikan dan memetakan kompetensi profesional guru TIK di SMA Negeri se-Kota Malang. Variabel dalam penelitian ini adalah kompetensi profesional guru yang dijabarkan menjadi 16 sub variabel. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru TIK di SMA Negeri se-Kota Malang. Karena jumlah populasi penelitian kurang dari 100, maka seluruh guru sebanyak 27 orang yang merupakan populasi penelitian juga dijadikan sebagai sampel penelitian.

Pada penelitian ini, untuk mengungkap variabel kompetensi profesional guru digunakan tiga macam instrumen penelitian, yaitu: angket/kuisioner, studi  wawancara, dan check list dokumen. Angket yang digunakan dalam penelitian ini diisi oleh siswa. Studi wawancara dan check list dokumen ditujukan untuk guru.

Hasil dari analisis data untuk variabel kompetensi profesional guru dengan 16 sub variabel adalah: penguasaan materi standar dikategorikan sangat baik, pengelolaan program pembelajaran dikategorikan baik, pengelolaan kelas dikategorikan baik, penggunaan media dan sumber pembelajaran dikategorikan baik, pemahaman dan pelaksanaan pengembangan peserta didik dikategorikan sedang, keteladanan dan kepemimpinan dalam pembelajaran dikategorikan baik, pemahaman dan pelaksanaan konsep pembelajaran individual dikategorikan sedang.

Pemahaman Standar Nasional Pendidikan dikategorikan kurang, penguasaan landasan-landasan kependidikan dikategorikan kurang, pengembangan teori dan konsep dasar kependidikan dikategorikan kurang, pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dikategorikan sangat baik, pemahaman dan penyelenggaraan administrasi sekolah dikategorikan sangat baik, pemahaman penelitian dalam pembelajaran dikategorikan kurang, kualifikasi akademik dan latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang tugas dikategorikan sangat baik, pengalaman mengajar dikategorikan kurang, pendidikan dan pelatihan pengembangan profesi dikategorikan baik.

Berdasarkan hasil penelitian di atas, diberikan beberapa saran sebagai berikut: untuk meningkatkan kompetensi profesional guru dalam pemahaman Standar Nasional Pendidikan, penguasaan landasan-landasan kependidikan, pengembangan teori dan konsep dasar kependidikan, pihak kepala sekolah atau pihak Dinas Pendidikan Nasional sebaiknya mengadakan pembekalan kepada guru-guru tentang materi-materi tersebut. Untuk meningkatkan kompetensi profesional guru dalam pemahaman penelitian pembelajaran, pihak kepala sekolah atau pihak Dinas Pendidikan Nasional sebaiknya mengadakan pelatihan penelitian pembelajaran (misal penelitian tindakan kelas), memotivasi guru agar tertarik untuk meneliti, menfasilitasi penelitian, dan memberi reward/penghargaan atas penelitian pembelajaran.

Untuk meningkatkan kompetensi profesional guru dalam pemahaman dan pelaksanaan pengembangan peserta didik serta pemahaman dan pelaksanaan konsep pembelajaran individual, pihak kepala sekolah atau pihak Dinas Pendidikan Nasional sebaiknya mengadakan pembekalan kepada guru-guru tentang peserta didik sebagai individu memiliki karakteristik yang berbeda satu sama lain. Bagi para guru, penelitian ini hendaknya dimanfaatkan sebagai bahan referensi dan bahan masukan bagi peningkatan kompetensi profesionalnya.