Tugas Akhir Jurusan Seni dan Design - Fakultas Sastra UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Buku Penunjang Hobi Menggambar Ilustrasi untuk Remaja

Bayu . Nugroho

Abstrak


ABSTRAK

 

Kota Pontianak dikenal dengan sebutan Kota Khatulistiwa. Hal ini ditandai dengan keberadaan Tugu Khatulistiwa yang Kota Pontianak dikenal dengan sebutan Kota Khatulistiwa. Hal ini ditandai dengan keberadaan Tugu Khatulistiwa yang memiliki keistimewaan dimana garis Khatulistiwa hanya melewati 13 negara di dunia salah satunya Pontianak, Kalimantan Barat. Namun kebanyakkan wisatawan hanya mengenal objek wisata di Kota Pontianak hanya sebatas Tugu Khatulistiwa sedangkan masih banyak objek-objek wisata yang berpotensi di Kota Pontianak. Salah satunya peninggalan bersejarah dari pendiri Kota Pontianak yaitu Sultan Syarif Abdurrahman yang berupa Masjid Jami' Sultan Syarif Abdurrahman dan Keraton Kadriyah. Selain itu, adanya beberapa objek baru dan bangunan lama yang telah direnovasi seperti Rumah Betang Radangk, Masjid Mujahidin dan Gereja Katedral Santo Yoseph bisa menjadi daya tarik tersendriri bagi para wisatawan. Festival budaya juga sering diselenggarakan setiap tahun, seperti Festival Meriam Karbit dan Perayaan Cap Go Meh. Minimnya informasi serta belum adanya media komunikasi visual yang membahas secara mendalam mengenai sejarah dan keberadaan beberapa objek wisata tersebut berimbas pada minimnya wisatawan yang berkunjung. Maka perlu kiranya diciptakan media komunikasi visual berupa buku esai fotografi yang memiliki kekuatan dalam memvisualkan sesuatu lebih kongkrit dan akurat sehingga tujuan perancangan dapat tercapai.

Model perancangan yang digunakan adalah procedural dengan bentuk penelitian kualitatif yaitu model yang bersifat deskriptif. Model perancangan ini menjelaskan tahapan yang dilalui dalam proses perancangan media komunikasi visual. Tahapan tersebut meliputi kegiatan identifikasi masalah, analis data, sintesa serta pengumpulan data, perencanaan media, perencanaan kreatif, konsep kreatif, perancangan tata desain dan desain final.

Perancangan ini menghasilkan media utama berupa buku esai fotografi yang berjudul "Pontianak Kota Bersinar" beserta media pelengkapan seperti T-Shirt, peta perjalanan, maupun media launching seperti poster dan x-banner. Buku ini diharapkan menjadi media komunikasi visual yang efektif untuk mempengaruhi target audience untuk turut serta menjaga dan melestarikan sejarah maupun cagar budaya seperti objek wisata maupun budaya di Kota Pontianak.Banyak penghobi menggambar yang kurang mendapatkan pengetahuan mengenai ilustrasi baik dari teori-teori maupun langkah-langkah bekarya ilustrasi dengan baik.Di sekolahpun pengajaran ilustrasi pada mata pelajaran Seni Budaya materinya sangat terbatas dan waktunya yang singkat, apalagi banyak guru yang kurang mengajarkan dengan rinci mengenai ilustrasi dan langkah-langkah mengambarnya.Buku yang digunakan dalam pembelajaran yang beredar di pasaranpun dirasakan kurang lengkap materinya sehingga kurang membantu guru dalam menerangkan materi ilustrasi. Media selain bukus eperti video juga kurang praktis karena membutuhkan peralatan lain seperti PC atau smartphone yang telah memiliki aplikasi pemutar video. Selain itu radiasi dari PC dan smartphone tidak baik bagi kesehatan.Oleh karena itu dibutuhkan media yang tidak memiliki efek buruk bagi kesehatan dan praktis dalam arti tidak membutuhkan peralatan atau aplikasi lain untuk menggunakannya.

Pengembangan buku penunjang hobi menggambar ilustrasi ini bertujuan untuk mengembangkan dan menghasilkan produk berupa buku  penunjang yang dapat membimbing penghobi menggambar dalam mempelajari materi ilustrasi yang dapat juga dijadikan buku pegangan guru dalam melakukan pembelajaran. Penelitian dan Pengembangan ini menghasilkan produk buku penunjang hobi menggambar ilustrasi yang ditujukan bagi remaja dan dapat pula digunakan oleh guru Seni Budaya sebagai buku pegangan guru dalam mengajarkan ilustrasi di sekolah.Model Penelitian dan pengembangan ini menggunakan model prosedural, menggariskan langkah-langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan produk. Sedangkan prosedur pengembangan yang dipakai dalam penelitian dan pengembangan ini adalah prosedur Borg & Gall. Prosedur pengembangan Borg & Gall buku meliputi tahap mengidentifikasi potensi dan masalah, pengumpulan data, pengembangan produk, validasiahli, revisi produk, uji coba lapangan dan revisi dari uji coba lapangan.

 

Produk akhir buku penunjang hobi menggambar ilustrasi memperoleh presentase dari ahli media dengan kategori baik (88,9%), dari ahli materi juga dengan kategori baik (87,2%), dan mendapat presentase yang positif dari uji coba lapangan yaitu dengan kategori baik (91,2%). Dengan demikian, buku penunjang gambar ilustasi untuk remaja ini layak digunakan oleh penghobi mengambar dan guru Seni Budaya sebagai bahan ajar mandiri dan dalam proses pembelajaran (bagi guru).