Tugas Akhir Jurusan Seni dan Design - Fakultas Sastra UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PERANCANGAN GAME 2D TENTANG DOA HARIAN BAGI ANAK-ANAK

Hasannudin Amin

Abstrak


ABSTRAK

Amin, Hasannudin. 2017. Perancangan Game 2D Tentang Doa Harian Bagi Anak Anak. Tugas Akhir, Jurusan Seni dan Desain. Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing Andy Pramono, S.Kom, M.T.


Kata Kunci: Perancangan, Game, Doa Harian, Anak Anak
Doa merupakan salah satu bentuk ibadah yang diperintahkan. Doa merupakan naungan bagi setiap muslim yang dengannya diharapkan mendapatkan perlindungan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, serta mendapatkan ketentaraman hati. Namun, minat belajar anak-anak terhadap ilmu pengetahuan agama, terkhusus doa masih kurang, karena minat mereka teralihkan dengan media hiburan yang terkadang kurang memberikan manfaat.
Proses perancangan dilakukan dengan mengikuti prosedur perancangan prosedural yang bersifat deskriptif, yaitu menggariskan langkah-langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan produk. Langkah-langkah tersebut diawali dari pengumpulan data dari buku kumpulan doa harian, kemudian analisis data berupa pemilihan doa yang akan dimasukkan kedalam permainan, dan setelah itu masuk proses pra produksi berupa pembuatan sinopsis, diagram alir, dan konsep desain. Setelah itu masuk masa produksi berupa pembuatan aset permainan, desain level dan antarmuka, scripting, dan penambahan audio, setelah itu masuk masa pasca produksi berupa proses ekspor permainan, pembuatan media promosi dan melakukan uji coba.
Produk yang dihasilkan adalah permainan dua dimensi dengan karakter utama seorang anak kecil yang menjalani aktivitas harian serta membantu ibunya, dan setiap menyelesaikan tantangan karakter utama akan mendapat pengajaran doa sehari-hari dari ibunya. Permainan yang dihasilkan berupa game berformat APK yang dapat berjalan di platform Android.
Hasil perancangan ini menunjukkan bahwa perancangan permainan edukatif membutuhkan langkah-langkah yang runtun agar dapat menghasilkan permainan yang menarik serta memudahkan proses perancangan. Serta diperlukan pengoptimalan agar dapat berjalan di platform Android.
Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan agar dilakukan pengembangan lebih lanjut permainan-permainan yang mengandung unsur muatan pendidikan yang dibuat lebih optimal dan mampu berjalan lebih baik di platform mobile.