Tugas Akhir Jurusan Seni dan Design - Fakultas Sastra UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Peningkatan Kemampuan Membaca Puisi Melalui Model Pembelajaran Savi Pada Siswa Kelas III di SDN Buring Kota Malang.

Herman .

Abstrak


ABSTRAK

 

Herman. 2016. Peningkatan Kemampuan Membaca Puisi Melalui Model Pembelajaran Savi Pada Siswa Kelas III di SDN Buring Kota Malang. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Ahmad Taufiq, M.Pd, (II) Dra. Sri Estu Winahyu, M.Pd.

 

Kata Kunci: Membaca Puisi, Model Pembelajaran SAVI

 

Membaca puisi diperlukan kemampuan dengan kompetensi siswa yang bervariasi, untuk bisa membaca puisi yang baik diperlukan kemampuan siswa dalam mengekspresikan bacaan melalui intonasi, suara, mimik, dan gaya. Model pembelajaran yang mampu menciptakan keterampilan membaca puisi adalah model SAVI sebab karakteristik SAVI terdiri dari somatic, auditori, visual dan intektual. Jika karakteristik SAVI tersebut diterapkan pada pembelajaran Bahasa Indonesia  khususnya membaca puisi di Sekolah Dasar akan lebih efektif dan efisien.

Tujuannya yaitu; (1) Penerapan model SAVI dalam meningkatkan kemampuan membaca puisi di kelas III SDN Buring Kota Malang? dan, (2) Model SAVI dapat meningkatkan kemampuan membaca puisi siswa kelas III SDN Buring, Kota Malang?

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian penelitian tindakan kelas. Hal yang dijadikan bahan kajian penelitian adalah kualitas belajar siswa dalam proses dan hasilnya. Pada penelitian ini dilaksanakan 2 siklus pembelajaran yaitu siklus I dan siklus II. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian diskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan

intrumen yaitu Angket, observasi, catatan lapangan, dan dokumentasi.

Hasil penelitian, bahwa belajar dapat optimal jika keempat unsur SAVI ada dalam satu peristiwa pembelajaran, siswa dapat meningkatkan kemampuan mereka dengan bergerak dan berbuat (Somatik), belajar dengan berbicara dan mendengarkan (Auditori), belajar dengan mengamati (Visual), belajar dengan memecahkan masalah dan berpikir (Intelektual). Siklus I pada hasil membaca puisi meningkat dan presentase kelulusan yaitu 24,39% dan yang mendapat nilai kurang sebanyak 75,61%. Siklus II peningkatan cukup memuaskan karena media yang digunakan  menarik bagi siswa sehingga peningkatan kemampuan membaca puisi siswa meningkat dan presentase kelulusan sebesar 87,80% sementara yang mendapat nilai kurang sebesar 12,20%. Mulai dari siklus-siklus tersebut pada tahap pratindakan, siklus I, dan siklus II dapat dikatakan penggunaan model SAVI untuk kelas III A di SDN Buring kota Malang cukup berhasil dan efektif.

Berdasarkan hasil yang diperoleh dalam penelitian ini maka diajukan kepada setiap guru SD untuk menggunakan model pembelajaran SAVI khususnya pada pembelajaran baca puisi, menyiapkan media pemebelajaran yang memadai sebelum melaksana kegiatan pembelajaran. Model pembelajaran SAVI dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam belajar, meningkatkan kreatifitas siswa, serta membuat kegiatan pembelajaran menjadi efektif.