Tugas Akhir Jurusan Seni dan Design - Fakultas Sastra UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

FUNGSI TARI TAYUB BLITARAN DALAM UPACARA ADAT SIRAMAN GONG KYAI PRADAH DI DESA KALIPANG KECAMATAN SUTOJAYAN KABUPATEN BLITAR

Tegar Anom Sandyaninggar

Abstrak


ABSTRAK

Anom, Tegar Sandyaninggar. 2015. “Fungsi Tari Tayub Blitaran Dalam Upacara Siraman Gong Kyai Pradah Di Desa Kalipang Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar”.Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra. Ninik Harini, M.Sn, (2) Tri Wahyuningtyas, S.Pd, M.Si.

Kata kunci: Tayub, Fungsi, Upacara Adat, Blitar.

Tari Tayub blitaran merupakan sebuah karya seni tari Tayub dengan gaya kabupaten Blitar yang berarti memiliki perbedaan dari tari Tayub pada umumnya. Tayub khas Blitar beradaptasi dengan selera masyarakatnya seperti, busana yang digunakan serta iringan musik dan urutan penyajiannya. Tari Tayub tersebut juga dihadirkan dalam rangkaian sebuah upacara adat yang disebut siraman gong kyai Pradah. Dilaksanakan di desa Kalipang kecamatan Sutojayan kabupaten Blitar. Dimungkinkan bahwa tari Tayub Blitaran ini membawa simbol khusus atas kehadirannya dalam rangkaian acara inti upacara adat tersebut. Hal itulah yang membuat peneliti mengkaji lebih dalam mengenai tari Tayub gaya Blitar.

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan fungsi tari Tayub Blitaran dalam rangkaian upacara adat siraman gong kyai Pradah. Secara khusus peneliti meninjau langsung dalam fungsi hiburan dan dalam fungsi ritual.

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi dalam bentuk foto. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri. Kegiatan analisis data menggunakan diskriptif kualitatif dengan tahap pengumpulan data,  tahap reduksi, tahap penyajian data, serta tahap penarikan simpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode.

Hasil penelitian mengenai fungsi tari Tayub Blitaran dalam upacara adat tersebut, memiliki dua fungsi yaitu: Fungsi ritual Tayub Blitaran sebagai salah satu syarat dari pelaksanaan ritual adat ini, karena berhubungan erat dengan serat kekancingan pusaka gong kyai Pradah juga sebagai komunikasi spiritual kepada leluhur desa Kalipang. Serta fungsi hiburan yang menampilkan kebersamaan antara penari dan penonton pada sesi perayaan selamatan. Struktur penyajiannya diawali dengan tarian waraanggana, bagian tengah gedhok, bagian akhir tayuban, tata busana serta musik pengiring tarian dengan gendhing Blitar kawentar.

Kesenia tayub Blitaran dalam upacara Siraman Gong Kyai Pradah ini dianggap penting keberadaannya oleh masyarakat setempat selain sebagai fungsi ritual juga sebagai fungsi hiburan. disarankan sebagai usaha melestarikan kesenian daerah dapat dilakukan penelitian lanjutan sebagai usaha pengembangan pertunjukan Tayub Blitaran, lebih mengapresiasi seni pertunjukan daerah setempat dan memperkenalkan ke daerah lain dalam lingkup yang lebih luas.