Tugas Akhir Jurusan Seni dan Design - Fakultas Sastra UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Ikan Arwana Super Red sebagai Sumber Inspirasi Penciptaan Karya Seni Lukis

FARIDA KARMILA SOFIANA

Abstrak


ABSTRAK

 

Sofiana, Farida K. 2015. Ikan Arwana Super Red Sebagai Sumber Inspirasi Penciptaan Karya Seni Lukis. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs.Sumarwahyudi, M.Sn, (II) Drs. Andi Harisman.

Kata    Kunci:    Ikan    Arwana    super    red,    penciptaan,    seni    lukis    semi abstrak/representasional, dekoratif bernuansa.

Arwana  merupakan  jenis  ikan  purba  yang  hingga  kini  belum  punah. Banyak nama yang melekat padanya, diantaranya ikan siluk, ikan kayangan. Bentuk badannya ramping dan memiliki sisik besar, gerakannya meliuk-liuk sehingga menambah keindahan ikan ini. Ikan arwana memiliki sungut di ujung bibir bawahnya, membuat ikan ini mirip liong atau naga. Dengan demikian sebagian masyarakat menyebutnya dengan kim liong atau ikan naga emas. Layaknya naga, arwana juga dianggap sebagai simbol keberhasilan, keperkasaan, dan kejayaan. Arwana dapat dikategorikan jenis fauna langka di dunia.

Pada penciptaan ini, penulis mengambil ide atau gagasan berkarya dari hewan yaitu ikan arwana super red yang merupakan ikan termahal dan menjadi kebanggaan Indonesia. Ide atau gagasan tersebut diwujudkan dalam karya seni lukis semi abstrak/representasional dekoratif bernuansa. Seni lukis semi abstrak/representasional dekoratif bernuansa dipilih oleh penulis sebagai media berkreasi dalam mengekspresikan jiwa.

Penciptaan karya seni lukis semi abstrak/representasional dekoratif bernuansa    ini  diawali  dengan  proses  perancangan  konsep  dan  di  dalamnya terdapat ide atau  gagasan, tema, dan objek  yang akan diciptakan  yaitu objek arwana super red dalam visualisasi semi abstrak/representasional dekoratif bernuansa. Setelah itu menentukan karakteristik karya, kemudian menentukan teknik serta alat dan bahan yang akan digunakan. Jika semuanya sudah terpenuhi, untuk langkah selanjutnya adalah proses visualisasi yaitu membuat sketsa di atas kertas lalu memindahkannya di atas kanvas. Kemudian proses pewarnaan dengan menggunakan berbagai macam teknik yaitu teknik plakat, sungging dan dekorasi. Setelah  itu  proses  detail  karya  untuk  mempertegas  objek,  gelap  terang  serta bentuk.

Pencipta memvisualisasikan sebanyak 6 karya seni lukis semi abstrak/representasional dekoratif bernuansa dengan media estetik berupa titik, garis, tekstur, bentuk dan ruang serta warna. Karakteristik yang di tampilkan pada setiap karya yaitu berupa bentuk-bentuk non figuratif dan sulur-sulur warna. Bentuk non figuratif banyak di terapkan pada sisik arwana sedangkan sulur-sulur warna banyak di terapkan pada latar belakang karya dan juga sirip serta ekor ikan.

Adanya hasil karya penciptaan ini diharapkan mampu memberikan pengalaman baru kepada pencipta maupun orang lain dalam mempelajari karya seni lukis semi abstrak/representasional dekoratif bernuansa serta proses perancangan konsep, hingga proses visualisasi karya, dan deskripsi karya berdasarkan sudut pandang pribadi pencipta maupun sudut pandang orang lain.

Selain itu diharapkan dapat menjadi wacana bagi setiap orang agar dapat tetap melestarikan kekayaan yang ada di alam agar tetap terjaga keberadaannya.

Dengan adanya penelitian ini, disarankan diadakan penelitian lebih lanjut dan lebih menyempurnakan hasil penelitian, khususnya tentang makna simbolis tata rias dan busana pada semua yang terdapat dalam Kesenian Keling di Ponorogo, sehingga dapat dijadikan referensi untuk menambah wawasan tentang makna simbolis tata rias dan busana yang terkandung dalam Kesenian Keling di Dusun Mojo Desa Singgahan Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo.