Tugas Akhir Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perancangan Sistem Idle Speed Control Pada Engine Stand Honda Jazz Tipe Gd5 L15A Sebagai Media Pembelajaran Di Jurusan Pendidikan Vokasi Prodi D3 Mesin Otomotif

risandani andri

Abstrak


RINGKASAN

Risandani, Andri.2019. Perancangan Sistem Idle Speed Control Pada Engine Stand Honda Jazz Tipe Gd5 L15ASebagai Media PembelajaranDi Jurusan Pendidikan Vokasi Prodi D3 Mesin Otomotif. Tugas akhir, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:Erwin Komara Mindarta, S.Pd.,M.Pd

Kata Kunci : media pembelajaran, System ISC (idle speed control), rotary solenoid, system injeksi, Honda jaaz.

Tugas akhir ini bertujuan untuk membuat rancang produk idle speed control pada system idle kendaraan khusunya kendaraan roda 4. Modul dipotong pada bagian tertentu sehinggaterlihat komponen-komponen idle speed control. Komponen-komponen idle speed control meliputi eletronik assembly(sensor idle speed control) dan poros magnet, valve, bimetal, body idle speed control, selenoid, magnet, gasket dan socet ECM. ISC ini Berfungsi sebagai mengatur volume udara yang masuk ke intake manifold melewati saluran bypas saat kondisi idle, langsam atau putaran mesin tanpa beban. Tanpa ISC mesin akan sulit menjaga rpm supaya terjaga. Tujuan perancangan idle speed control ini yaitu membuat perancangan awal. Dalam metode ini, penulis merancang desain awal ISC,spesifikasi produk,perancangan material, prinsip kerja produk

Hasil dari perancangan idle speed control di ketahui dimensi tiap komponen antara lain eletronik assembly memiliki diameter tinggi 47mm dan lebar 60mm, poros magnet valve memiliki Panjang 30 mm, karet seal nya memiliki diameter 42mm, saluran masuk coolant 5 mm. Dalam pembuatan produk ISC estimasi harga yang di perlukan kurang lebih Rp.988.500 utuk perakitanya cukup 1 jam.

Pada mesin Honda Jazz menggunakanidle speed control type rotary solenoidyang cara kerjanya waktu pertama di hidupkan (mesin kondisi masih dingin) ECM mengatur posisi slide valve agar memperbesar jumlah udara masuk. Hasilnya putara stasioner mesin menjadi lebih besar dari standart dalam waktu sesaat. Setelah mesein dalam kondisi panas (mencapai suhu kerja) slide valve kembali ke posisi semula ECM mengatur posisi dari slive valve untuk mengurangi jumlah udara agar dapat memperoleh putara stasioner mesin yang telah di tentukan (standart)

SUMMARY

Risandani, Andri.2019. Designing the Idle Speed Control System in the Engine Stand of the Honda Jazz Type GD5 L15A as a Learning Media in the Vocational Education Department of Diploma 3 in Automotive engineer. Final project, Malang State University. Advisor: Erwin Komara Mindarta, S.Pd., M.Pd

Kata Kunci :learning media, ISC system (idle speed control), rotary solenoid, injection system, Honda jaaz.

This final exam aims to arrange the idle speed control product at vehicle idle system especially vehicle with 4 wheels. The part of product in specific area aims to make the components of idle speed control could be seen. The components of idle speed control consist of eletronik assembly(sensor idle speed control) and magnet center, valve, bimetal, body idle speed control, selenoid, magnet, gasket and socet ECM. The function of ISC is to organize the volume of air which enter to the intake manifold through bypass canal in idle condition langsam or machine rotation without burden. Without ISC, it’s hard for machine to maintain the rpm. The aim of arranging the idle speed control is to make the beginning plan. The writer arranges initial’s ISC design, product specification, material arranging and how the product works.

The result of arranging the idle speed control product are the height of assembly electronic is 47 mm, the width of assembly electronic is 60 mm, the length of magnet valve center is 30 mm, the diameter of seal rubber is 42 mm including the 5 mm coolant. Estimated price needed for making ISC is approximately Rp.988.500 which The duration to assembly is an hour.

In Honda Jazz machine, we use idle speed control type rotary solenoidthat we need to turn it on first. ECM organize the position of silde valve to increase the volume of air. As a result, the stationer rotation of machine became wide-spread in a moment. After the machine getting hot, slide valve will be back to the beginning position. ECM organize the position of slive valve to reduce the amount of air, in order to get the standard  rotation of stationer machine.