Tugas Akhir Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Sistem Manajemen Perawatan Bengkel/Laboratorium di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Singosari Kabupaten Malang

Vickyanto .

Abstrak


Dalam upaya peningkatan kualitas Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), selain pihak pemerintah, pihak sekolah juga mengemban tanggung jawab yang besar yaitu mempersiapkan, mengembangkan potensi, keterampilan, dan kemampuan siswa dan siswinya sehingga lebih kompetitif dalam memainkan peran di tengah masyarakat khususnya dalam dunia kerja.Oleh karena itu, proses pembelajaran di SMK tidak cukup jika hanya dilakukan sebatas teori di dalam ruangan kelas saja, tetapi juga diperlukan pembelajaran praktikum yang membutuhkan bengkel/­laboratorium yang memadai.Kegiatan praktikum dapat terlaksana dengan maksimal apabila SMK mampu melakukan dan menerapkan manajemen perawatan terhadap bengkel/­laboratorium agar kebersihan dan kondisi mesin dan alat-alat di dalamnya selalu terjaga, siap pakai, dan memiliki umur yang panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan lima hal yang terkait dengan pelaksanaan manajemen perawatan bengkel/laboratorium pemesinan yang meliputi perencanaan dalam perawatan, pengorganisasian dalam perawatan, penggerakan dalam perawatan, pengawasan dalam perawatan, serta faktor-faktor yang mempengaruhi dalam pelaksanaan manajemen perawatan bengkel/­laboratorium pemesinan di SMK Negeri 1 Singosari Kabupaten Malang.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian yang berkaitan dengan manajemen perawatan bengkel/laboratorium ini diperoleh menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi dengan sumber data Wakil Kepala Sekolah bidang Sarana dan Prasarana, Kepala Kompetensi Keahlian Teknik Pemesinan, Kepala Bengkel Teknik Pemesinan, Juru Bengkel Teknik Pemesinan, dan Guru Produktif Teknik Pemesinan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa manusia, yaitu peneliti sendiri. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan berdasarkan ketekunan peneliti, pengamatan ulang dan triangulasi teknik dan sumber data. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap penelaahan data, tahap identifikasi dan reduksi data, serta tahap evaluasi data.

Berdasarkan hasil analisis data yang telah diperoleh, didapatkan lima temuan hasil penelitian sebagai berikut:(1) Perencanaan pada perawatan bengkel/laboratorium pemesinan di SMK Negeri 1 Singosari Kabupaten Malang dilaksanakan dengan menentukan dasar dan tujuan terlebih dahulu, yang kemudian diwujudkan dengan melaksanakan metode-metode seperti perawatan secara langsung dan preventif serta prosedur yang telah ditetapkan dengan mengikuti jadwal perawatan berdasar pada pemakaian mesin dan spesifikasi masing-masing mesin; (2) Pengorganisasian pada perawatan bengkel/laboratorium pemesinan di SMK Negeri 1 Singosari Kabupaten Malang dilaksanakan dengan membentuk struktur formal yang melihat pada kebutuhan dan jumlah bengkel, jumlah jam mengajar para personalia, serta anggaran dan tunjangan, dan bertujuan untuk memperjelas tanggung jawab dan memudahkan komunikasi selama perawatan dan perbaikan dilakukan; (3) Penggerakan pada perawatan bengkel/­laboratorium pemesinan di SMK Negeri 1 Singosari dilakukan dengan tiga cara yaitu pertama dengan pemberian instruksi yang berupa instruksi secara langsung dan tidak langsung melalui pemberian surat tugas, kedua dengan pemberian motivasi dari Kepala Program dan Kepala Bengkel kepada guru-guru produktif dan juru bengkel maupun antar sesama guru, serta yang ketiga dengan pemberian koreksi pada perawatan atau perbaikan yang selesai dilakukan melalui metode uji coba mesin atau alat; (4) Pengawasan pada perawatan bengkel/­laboratorium pemesinan di SMK Negeri 1 Singosari Kabupaten Malang adalah pengawasan terhadap pemakaian dengan melihat kartu rekam jejak pemakaian mesin dan alat, pengawasan terhadap prosedur perawatan dan perbaikan dengan melihat kartu perawatan dan spesifikasi mesin. Pengawasan dilakukan oleh guru produktif dan juru bengkel yang mendapat pengawasan pula dari Kepala Kompetensi Keahlian dan Kepala Bengkel. Tujuan dari pengawasan ini adalah untuk meminimalkan kesalahan selama pemakaian serta untuk mencegah terjadinya malfungsi dari mesin atau alat yang digunakan.

Hasil yang terakhir adalah (5) Faktor-faktor yang mempengaruhi dalam pelaksanaan manajemen perawatan bengkel/laboratorium pemesinan di SMK Negeri 1 Singosari Kabupaten Malang meliputi faktor pendukung seperti sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dalam perawatan dan perbaikan mesin, kedisiplinan semua pihak baik guru maupun murid akan pentingnya K3, dukungan dana dari sekolah untuk mencukupi kebutuhan bengkel, adanya jaringan yang luas serta komunikasi yang baik dengan pihak industri di luar sekolah untuk membantu perawatan dan perbaikan, dan juga faktor penghambat seperti keterbatasan jumlah tenaga dengan jumlah mesin yang harus dirawat dan diperbaiki, masih adanya ketidakpedulian dari guru dan siswa terhadap kebersihan bengkel, kurangnya komunikasi antar sesama guru produktif mengenai kondisi mesin dan alat yang ada di dalam bengkel, ketidakdisiplinan siswa dalam meng­gunakan mesin dan alat, pengadaan yang sedikit lambat, sulitnya menemukan komponen-komponen dari mesin yang rusak, adanya industri yang tidak dapat menyesuaikan jadwal yang diminta sekolah untuk proses pebaikan mesin, patokan biaya dari pihak industri yang terlalu tinggi, serta penyedia komponen yang tidak memiliki stok komponen yang dibutuhkan.