Tugas Akhir Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Penambahan Montmorillonite Terhadap Kekerasan dan Ketahanan Panas Bionanokomposit Bermatrik Tepung Tapioka

Nanang Eko Wahyuningtiyas

Abstrak


ABSTRACT

 

Wahyuningtiyas, Nanang Eko. 2016. Pengaruh Penambahan Montmorillonite Terhadap Kekerasan dan Ketahanan Panas Bionanokomposit Bermatrik Tepung Tapioka. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Heru Suryanto, S.T., M.T, (II) Dr. Sukarni S.T., M.T.

Kata Kunci:       Bionanokomposit, tepung tapioka, montmorillonite, kekerasan,  thermogravimetry

 

Permasalahan mengenai limbah plastik yang tidak mampu terurai dalam waktu cepat menjadi persoalan diseluruh dunia. Solusi yang telah ditawarkan yaitu dengan menggunakan plastik degradable. Penggunaan tepung tapioka sebagai bahan utama pembuatan plastik degradable memiliki potensi yang besar karena di Indonesia  terdapat berbagai tanaman penghasil  tepung tapioka. Tepung tapioka sebagai bahan utama pembuatan bionanokomposit.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung tapioka, gliserol, dan montmorillonite yang efesien terhadap kekerasan dan ketahanan panas bionanokomposit bermatrik tepung tapioka, dan mengetahui jenis degradasi thermal. Metode penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimental dan eksploratif yaitu melakukan optimasi proses penambahan tepung tapioka, gliserol, dan montmorillonite dengan berbagai variasi untuk menghasilkan bionanokomposit yang potensial. Pegujian kekerasan bionanokomposit dilakukan dengan metode shore A dengan standar ASTM D 2240, analisis ketahanan panas dengan TGA dan pengamatan morfologi dengan SEM. Pada penelitian ini teknik analisis data menggunakan analisis data deskriptif. Berdasarkan hasil pengujian kekerasan bionanokomposit dengan penambahan tepung tapioka 2% dan 5% (b/v) mengalami peningkatan kekerasan dari 31,56 menjadi 67,99 skala shore A, sedangkan dengan penambahan gliserol 1,5% dan 3% (v/v) berturut-turut menyebabkan menurunnya kekerasan 73,4 menjadi 36,26 skala shore A, dan penambahan montmorillonite 2,5% dan 5% (b/b) mempunyai nilai kekerasan 74,54 dan 76,24 skala shore A. Penambahan montmorillonite 7,5% dan 10% (b/b) kekerasan bionanokomposit menurun menjadi 72,6 dan 69,5 skala shore A. Penambahan montmorillonite 10% (b/b) hasil pengujian thermogravimetric menunjukan ketahanan panas panas yang tinggi dikarenakan montmorillonite dapat menurunkan laju degradasi thermal dengan menyisakan massa yang lebih banyak, sehingga dapat meningkatkan ketahanan panas bionanokomposit, dikarenakan terdapat struktur eksfoliasi dan immiscible pada bionanokomposit.