Tugas Akhir Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Output Tegangan Sensor dan Input Tegangan Aktuator Berbagai Putaran pada Motor Honda Supra X 125 PGM FI.

mochammad rudi yanto

Abstrak


ABSTRACT

 

Analisis Output Tegangan Sensor dan Input Tegangan Aktuator Berbagai Putaran pada Motor Honda Supra X 125 PGM FI.

Rudiyanto, Moch. 2016. Analisis Output Tegangan Sensor dan Input Tegangan Aktuator Berbagai Putaran pada Motor Honda Supra X 125 PGM FI. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif, Jurusan Teknik Mesin, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:

(1) Drs. H. Sumarli, M.Pd., M.T. (2) Drs. H. Imam Muda Nauri, S.T., M.T.

Kata Kunci: Output Tegangan Sensor, Input Tegangan Aktuator Berbagai           

Putaran.

Sepeda motor merupakan alat transportasi yang banyak digunakan masyarakat Indonesia. Perkembangan dunia otomotif akhir-akhir ini juga mengalami kemajuan pesat. Diantaranya adanya teknologi EFI (Electronic Fuel Injection). Teknologi ini sudah diterapkan di motor Honda Supra X 125. Pada penelitian ini motor Honda Supra X 125 menjadi objek penelitian. Pada motor Honda Supra X 125 PGM FI ada beberapa sensor dan aktuator, antara lain: (1) Engine oil Temperature (EOT), (2) Crankshaft Position Sensor (CKP), (3) Manifold Absolute Pressure (MAP), (4) Throttle Position (TP), (5) Intake Air Temperature (IAT), (6) Fuel Injector.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui output tegangan sensor dan input tegangan aktuator dalam berbagai putaran pada Motor Honda Supra X 125 PGM FI. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Alat yang digunakan untuk mengukur putaran mesin dalam penelitian ini adalah Tachometer. Pada pengambilan data putaran mesin yang digunakan antara 1500 rpm sampai 10000 rpm dengan kenaikan 500 rpm. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif.

Hasil analisis tegangan output MAP menunjukkan tegangan output terendah 1.57 volt pada rpm 1500 dan tegangan output tertinggi 2.79 volt pada rpm 10000. Selain itu, hasil analisis output tegangan TP menunjukkan tegangan output terendah 0.62 volt pada rpm 1500 dan tegangan output tertinggi 4.20 volt pada rpm 10000. Sementara itu, hasil analisis tegangan output IAT menunjukkan tegangan tertinggi 2.88 volt pada rpm 1500 dan tegangan output terendah 2.15 volt pada rpm 10000. Tambahan, hasil analisis tegangan output EOT menunjukkan tegangan tertinggi 2.88 volt pada rpm 1500 dan tegangan output terendah 0.54 volt pada rpm 10000. Selain itu, hasil analisis tegangan output CKP menunjukkan tegangan output terendah 0.16 volt pada rpm 1500 dan tegangan output tertinggi 0.50 volt pada rpm 10000. Hasil analisis tegangan input injektor menunjukkan tegangan terendah 0.28 volt pada rpm 1500 dan tegangan input tertinggi 2.53 volt pada rpm 10000.

 

Hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa kenaikan putaran mesin juga diikuti kenaikan tegangan output MAP sensor, TP sensor, CKP sensor dan Injektor. Kenaikan putaran mesin juga mengakibatkan penurunan tegangan pada sensor IAT dan sensor EOT. Sementara itu tidak semua sensor dan aktuator mengalami kenaikan atau penurunan tegangan yang diakibatkan oleh putaran mesin. Contohnya sensor TP yang dipengaruhi sudut buka katup, sensor IAT yang dipengaruhi temperatur udara pada intake dan sensor EOT yang dipengaruhi temperatur oli mesin.