Tugas Akhir Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Variasi Bahan Pengikat dalam Pasir Cetak Malang terhadap Kekuatan Pasir Cetak dan Permeabilitas

seylvia higiana susmarinda

Abstrak


ABSTRAK

Susmarinda, Seylvia Higiana. 2014. Analisis Variasi Bahan Pengikat dalam Pasir Cetak Malang terhadap Kekuatan Pasir Cetak dan Permeabilitas.Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Putut Murdanto, S.T., M.T., (II) Rr. Poppy Puspitasari, S.Pd., M.T., Ph.D

 

Kata Kunci: pasircetak, kekuatan,permeabilitas

Pasir cetak merupakan salah satu komponen yang paling penting pada proses pengecoran logam. Pengikat adalah bahan yang digunakan untuk mengikat butiran-butiran pasir cetak. Fungsi utama bahan pengikat yaitu untuk mengikat atau pengikat dari cetakan pasir. Fungsi lainnya adalah untuk mengembangkan kekuatan yang tetap dan kemampuan mampu bentuk yang baik. Kekuatan cetakan berbeda-beda menurut jenis dan jumlah pengikat serta kadar air. Cacat-cacat pengecoran yang umum terjadi adalah kekerasan permukaan, cacat porositas di dalam coran dan cacat-cacat yang disebabkan oleh runtuhnya cetakan. Kekuatan adalah kemampuan suatu bahan untuk menerima beban maksimal tanpa mengalami patah. Permeabilitas adalah kemampuan suatu pasir cetak untuk dialiri fluida udara dengan volume dan panjang tertentu tiap satuan luas penumpang dalam satuan waktu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bahan pengikat manakah yang dapat menghasilkan kekuatan pasir cetak yang paling tinggi, untukmengetahui bahan pengikat mana yang memiliki permeabilitas yang paling tinggi.

Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, jenis pendekatan eksperimental, dan teknik analisis data menggunakan analisis dekriptif. Analisis deskriptif digunakan untuk menganalisis kekuatan tekan pasir cetak, kekuatan geser pasir cetak, kekuatan tarik pasir cetak dan permeabilitas pasir cetak dari masing-masing bahan pengikat. Obyek dalam penelitian ini adalah benda uji pasir cetak basah dan benda uji pasir cetak kering yang diberiperlakuan. Spesimen pengujian dengan bahan pembentuknya adalah pasir malang, air, dan bahan pengikat. Komposisi pasir malang, air dibuat tetap, bahan pengikat dibuat bervariasi jenisnya yaitu bentonit, tepung kanji, lumpur lapindo dan semen portland.

Berdasarkan analisis data tersebut, diperoleh empat simpulan hasil penelitian sebagai berikut: (1)kekuatan tekan basah yang paling tinggi adalah semen portland sebesar 1,7 (N/cm2) atau 16,96 Psi, kekuatan tekan kering yang paling tinggi adalah semen portland sebesar 26,2 (N/cm2) atau 37,99 Psi; (2) kekuatan geser basah yang paling tinggi adalah lumpur lapindo sebesar 3,43 (N/cm2) atau 4,97 Psi, kekuatan geser kering yang paling tinggi adalah tepung kanji sebesar 18,16  (N/cm2) 26,33 Psi; (3)kekuatan tarik basah yang paling tinggi adalah tepung kanji sebesar 0,85 (N/cm2) atau 1,23 Psi. kekuatan tarik kering yang paling tinggi adalah tepung kanji sebesar 1,73 (N/cm2) atau 2,5 Psi; (4) permeabilitas yang tertinggi sampai yang terendah adalah bentonit sebesar 500 (ml/cm3menit),lumpur lapindo 390 (ml/cm3menit), semen portland350 (ml/cm3menit), tepung kanji 180 (ml/cm3menit).