Tugas Akhir Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Dapur Kowi Efisien Bahan Bakar Dilengkapi Burner Dengan Bahan Bakar Penambah Oli Bekas.

Lukman/Hermantinu Fachruddin/Pambudi

Abstrak


ABSTRAK

 

Salah satu proses pendaur ulangan logam khususnya alumunium adalah melalui proses pengecoran. Dalam pengecoran logam diperlukan dapur pelebur sebagai sarana untuk melebur logam. Pembakaran yang dilakukan untuk peleburan logam non-ferro khususnya alumunium, pada umumnya menggunakan burner dengan bahan bakar minyak. Melonjaknya harga minyak mendorong industri peleburan logam skala kecil dan lembaga pendidikan mengganti burner berbahan bakar minyak dengan burner berbahan bakar gas (LPG). Konversi bahan bakar minyak menjadi gas tersebut, dirasa perancang masih kurang efisien, karena dalam sekali peleburan alumunium dengan kapasitas ± 8 kg memerlukan gas LPG 12 kg. Selain itu, waktu yang diperlukan dalam peleburan alumunium hingga mencapai titik cair memerlukan waktu lebih dari 2 jam. Waktu yang begitu lama tersebut akan mengurangi produktivitas dan keefisienan pada pengecoran. Sedangkan biaya yang dikeluarkan untuk sekali pengecoran untuk bahan bakar gas LPG adalah Rp75.000,00, untuk bahan bakar minyak tanah adalah diatas Rp100.000,00. Dari hasil observasi yang dilakuakan di industri-industri dan lembaga pendidikan tersebut, data-data di atas merupakan suatu kendala yang signikan untuk diperbaharui. Untuk itu dibuat dapur kowi efisien bahan bakar dilengkapi burner dengan bahan bakar penambah oli bekas. Dapur ini selain efisien terhadap waktu, juga efisien bahan bakar, karena kowi terbuat dari besi stainless steel dan menggunakan bahan bakar LPG dan oli bekas.

Tujuan dari pembuatan dapur ini adalah sebagai solusi untuk pengecoran yang lebih efisien. Selain itu, juga sebagai sarana pemanfaatan bahan b3 yaitu oli bekas. Dapur ini sangat bermanfaat bagi masyarakat karena dapat meningkatkan kegiatan produksi dibidang pengecoran dengan biaya yang relatif kecil, sebagai bukti berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, dan dapat memanfaatkan bahan b3 sebagai bahan bakar.

Dapur peleburan ini dibuat dari semen tahan api yang rekatkan (cor) pada dinding, atap, dan dasar dapur. Dapur lebur mempunyai tinggi 50 cm, diameter luar 39 cm, dan diameter dalam 28 cm. Prinsip kerja dapur peleburan ini, yaitu dengan mengalirkan gas LPG sebagai bahan bakar untuk pemanasan ruang bakar yang didukung dengan tekanan udara dari blower yang digerakan oleh tenaga listrik. Setelah ruang bakar panas (memerah) oli bekas dikabutkan untuk melebur alumunium. Peleburan 15 kg alumunium menggunakan bahan bakar oli bekas diperlukan 5,5 liter (biaya Rp. 11.000,00), dan memerlukan waktu peleburan 83 menit.

Dapur kowi efisien bahan bakar dilengkapi burner ini, dalam pengoperasianya sebaiknya mengikuti panduan prosedur pengoperasian, agar dalam proses pengecoran logam berjalan dengan baik.