Tugas Akhir Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Pendinginan Hasil Las Mig (Metal Inert Gas) Dengan Berbagai Media Pendingin Terhadap Kekerasan Jalur Las Dan Sekitarnya

Akhmad Khoirur Rizal

Abstrak


ABSTRAK

 

Rizal, Khoirur A. 2013 Pengaruh Pendinginan Hasil Las Mig  (Metal  Inert Gas)Dengan  Berbagai  Media  Pendingin  Terhadap  Kekerasan  Jalur  Las  DanSekitarnya.  Skripsi,  Jurusan  Teknik  Mesin,  Fakultas  Teknik,  UniveritasNegeri Malang. Pembimbing  (I) Drs. Wahono, S.T., M. Pd., (II) Drs.  , HAbdul Qolik, M. M., M. Pd

 

Kata Kunci:  Baja  St  41,  las MIG,  logam  las,  daerah  HAZ,  media  pendingin,kekerasan.

Pengelasan MIG merupakan proses penyambungan dua material logamatau lebih menjadi satu melalui proses pencairan setempat, dengan menggunakanelektroda gulungan (filler metal) yang sama dengan logam dasarnya (base metal)dan menggunakan gas pelindung (inert gas ). Las MIG (Metal Inert Gas)merupakan las busur gas yang menggunakan kawat las sekaligus sebagaielektroda. Elektroda tersebut berupa gulungan kawat ( rol ) yang gerakannyadiatur oleh motor listrik.

Daerah las-lasan terdiri dari tiga bagian yaitu: daerah logam las, daerahpengaruh panas atau heat affected zone disingkat menjadi HAZ dan logaminduk yang tak terpengaruhi panas. Daerah logam las adalah bagian dari logamyang pada waktu pengelasan mencair dan kemudian membeku. Komposisi logamlas terdiri dari komponen logam induk dan bahan tambah dari elektroda. Daerahpengaruh panas atau heat affected zone (HAZ) adalah logam dasar yangbersebelahan dengan logam las yang selama proses pengelasan mengalami siklustermal pemanasan dan pendinginan cepat sehingga daerah ini yang paling kritisdari sambungan las. Logam induk adalah bagian logam dasar di mana panas dansuhu pengelasan tidak menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan struktur dansifat.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Nilai kekerasanhasil pengelasan MIG dengan media pendingin air PDAM pada baja St 41 di jalurlas dan sekitarnya, (2) Nilai kekerasan hasil pengelasan MIG dengan mediapendingin air garam pada baja St 41 di jalur las dan sekitarnya, (3) Nilaikekerasan hasil pengelasan MIG dengan media pendingin Oli pada baja St 41 dijalur las dan sekitarnya, dan (4) Apakah terdapat perbedaan nilai kekerasan hasilpengelasan MIG dengan media pendingin air PDAM, air garam dan oli pada bajaSt 41 di jalur las dan sekitarnya.

Penelitan ini menggunakan teknik analisis anava data hasil uji normal laludengan uji regresi. Hasil penelitian rata-rata nilai kekerasan tertinggi pada mediapendingin yang berbeda, yakni pada media air garam mencapai 79,802 HRBkemudian media air PDAM 78,923 HRB, lalu media oli 75,128 HRB yangsemakin rendah. Laju pendinginan berpengaruh terhadap nilai kekerasan dalampengelasan baja St 41, semakin cepat laju pendinginan nilai kekerasan semakintinggi.