Tugas Akhir Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGARUH MODEL KAMPUH DAN JENIS FILLER METAL TERHADAP KEKUATAN UJI TARIK PADA BAHAN STAINLESS STEEL AISI 304 MENGGUNAKAN PENGELASAN TIG

Dedi Kurniawan

Abstrak


ABSTRAK

 

Kurniawan, Dedi. 2013. Pengaruh Model Kampuh dan Jenis Filler Metal Terhadap Kekuatan Uji Tarik Pada Bahan Stainless Steel AISI 304 Menggunakan Pengelasan TIG. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Solichin, S.T., M.Kes. dan (II) Prihanto Tri Hutomo, S.T., M.T.

 

Kata Kunci: TIG, Model kampuh, filler metal, Tarik.

Las busur logam tidak dapat diabaikan dalam perencanaan bangunan dan telah memberikan  sumbangan  dalam  modernisasi  bangunan baja. Gas  Tungsten  Arc Welding atau  Tungsten  Inert Gas (TIG)  adalah  jenis  las  listrik  yang menggunakan bahan  tungsten  sebagai  elektroda  yang  tidak  terkonsumsi.  Elektroda  ini  digunakan hanya  untuk menghasilkan  busur  nyala  listrik. Bahan  penambah  berupa  batang  las (rod), yang dicairkan oleh busur nyala tersebut , mengisi kampuh bahan induk.

Tujuan dari penelitian ini yaitu Untuk mengetahui apakah ada pengaruh model kampuh terhadap kekuatan hasil uji tarik pada bahan stainless steel AISI 304menggunakan Pengelasan TIG. Untuk mengetahui apakah ada pengaruh jenis filler metal terhadap kekuatan hasil uji tarik pada bahan stainless steel AISI 304 menggunakan Pengelasan TIG. Untuk mengetahui apakah ada pengaruh model kampuh dan jenis filler metal terhadap kekuatan hasil uji tarik pada bahan stainless steel AISI 304 menggunakan Pengelasan TIG.

Dalam  proses  pengelasan  TIG  (Tungsten  Inert  Gas)  tidak  terlepas  dari pengaruh  jenis  kampuh  dan  jenis  filler metal  yang  digunakan  untuk  mendapatkan hasil  yang  maksimal.  Untuk  itu  dalam  penelitian  ini  menggunakan  variabel  jenis kampuh (kampuh K dan kampuh X) dan jenis filler metal (ER 308 L dan ER 316 L) sebagai pengaruh terhadap hasil uji kekuatan tarik yang terjadi.

Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif, bersifat eksperimental, dimaksudkan untuk memperoleh deskripsi tentang kecenderungan perubahan kekuatan tarik stainless steel AISI 304 karena pengaruh  model kampuh (kampuh K, dan kampuh X) dan jenis filler metal ER 308 L dan ER 316 L  pada proses las TIG. Rancangan yang digunakan 2x2 yaitu dua model kampuh dan dua jenis filler metal dengan menggunakan sampel sebanyak 12 spesimen.

Dari hasil analisis data yang dilakukan untuk Hipotesis Pengaruh Model Kampuh Terhadap Kekuatan Tarik Stainless Steel 304 diperoleh kesimpulan bahwa JK 0,304 > 0,05 sehingga hipotesis nihil diterima. Kekuatan Tarik hasil las TIG (Tungsten Inert Gas) pada bahan stainless steel 304 dengan menggunakan jenis kampuh (K dan X) tidak mempunyai perbedaan yang berarti, Sedangkan untuk hipotesis Pengaruh Jenis Filler Metal terhadap Kekuatan Tarik Bahan Stainless Steel304 Ditinjau dari taraf signifikansinya yang digunakan yaitu 0,05 diperoleh kesimpulan bahwa JF 0,290 > 0,05 sehingga hipotesis nihil diterima. Kekuatan Tarikhasil las TIG (Tungsten Inert Gas) pada bahan stainless steel 304 dengan menggunakan jenis filler metal (ER 308 L dan ER 316 L) tidak mempunyai perbedaan yang berarti. Pengaruh Interaksi antara Model kampuh dan Jenis filler metal terhadap Kekuatan Uji Tarik Bahan Stainless Steel AISI 304 Dilihat dari taraf signifikasi yang digunakan yaitu 0,05%, diperoleh kesimpulan bahwa JK*JF 0,085 > 0,05 sehingga Hipotesis Nihil (H0) diterima dan (H1) ditolak, kekuatan tarik hasil las TIG (Tungsten Inert Gas) pada bahan stainless steel AISI 304 dengan interaksi antarajenis kampuh dan jenis filler metal tidak mempunyai perbedaan yang berarti.

Kesimpulan tidak ada pengaruh yang signifikan antara jenis kampuh terhadap kekuatan Tarik hasil las TIG (Tungsten Inert Gas) pada bahan stainless steel 304. Tidak ada pengaruh yang signifikan antara jenis filler metal terhadap kekuatan Tarik hasil las TIG (Tungsten Inert Gas) pada bahan stainless steel 304. yang berarti tidak ada pengaruh yang signifikan antara model kampuh dan jenis filler metal terhadap kekuatan uji tarik bahan Stainless Steel AISI 304 menggunakan pengelasan TIG.

Saran: untuk proses pengelasan yang menggunakan jenis baja stainless steel melalui proses las TIG disarankan untuk menggunakan jenis filler metal ER 308 L selain lebih kuat filler ini juga lebih mudah di dapatkan dipasaran. Perlu dilakukan penelitian lanjutan antara lain: (1) setelah selesai pengelasan hendaknya benda kerjadilakukan uji non destruktif untuk mengetahui cacat las sebelum dilakukan uji tarik.(2) untuk pengembangan penelitian mengenai pengelasan yang menggambarkan keadaan logam las ditinjau dari pengujian yang yang lain.