Tugas Akhir Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan antara Peran Guru Pembimbing dan Instruktur di Industri dengan Prestasi Praktik Kerja Industri Siswa Kelas XII Jurusan Teknik Mesin SMK Nasional Malang

Zulkifli Zuda Khozi

Abstrak


ABSTRAK

 

Khozi, Zulkifli, Zuda. 2012. Hubungan antara Peran Guru Pembimbing dan Instruktur di Industri dengan Prestasi Praktik Kerja Industri Siswa Kelas XII Jurusan Teknik Mesin SMK Nasional Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hj. Widiyanti, M.Pd,  (II) Drs. Wahono, S.ST., M.Pd.

 

Kata Kunci: Peran guru pembimbing, peran instruktur, prestasi praktik kerja    industri.

Peran guru pembimbing adalah melaksanakan kegiatan bimbingan siswa yang melaksanakan praktik kerja industri (Prakerin). Peran guru pembimbing yang tinggi akan meningkatkan prestasi praktik industri siswa. Peran instruktur di industri adalah memberikan bimbingan ahli bagi siswa dalam melakukan pekerjaan serta memberikan petunjuk-petunjuk praktis selama siswa melaksanakan praktik kerja industri. Siswa yang mendapat peran instruktur di industri baik akan berpengaruh terhadap prestasi Prakerin yang baik pula. Kenyataannya masih banyak guru pembimbing maupun instruktur praktik yang tidak memberikan perannya secara maksimal.

Tujuan peneliti untuk mengetahui hubungan peran guru pembimbing dan instruktur di industri secara parsial maupun simultan dengan prestasi praktik kerja industri. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan studi korelasional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 49 responden.

Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa rata-rata peran guru pembimbing ketika siswa melaksanakan praktik industri adalah cukup, rata-rata peran instruktur di industri ketika siswa melaksanakan praktik industri adalah baik, dan rata-rata prestasi praktik kerja industri yang didapat siswa adalah baik.

Dari hasil analisis pengujian hipotesis dapat disimpulkan bahwa: (1) Secara parsial ada hubungan yang positif dan signifikan antara peran guru pembimbing dengan prestasi praktik kerja industri dengan r korelasi sebesar 0,487. (2) Secara parsial ada hubungan yang positif dan signifikan antara peran instruktur di industri dengan prestasi praktik kerja industri dengan r korelasi sebesar 0,537. (3) Secara simultan ada hubungan yang positif dan signifikan antara peran guru pembimbing dan instruktur di industri dengan prestasi praktik kerja industri dengan R korelasi sebesar 0,629.

Berdasarkan kesimpulan di atas, maka disarankan kepada kepala sekolah untuk melakukan upaya-upaya dalam meningkatkan prestasi Prakerin dengan melakukan pemilihan guru pembimbing praktik yang memang memiliki persyaratan sebagai guru pembimbing Prakerin. Guru pembimbing hendaknya melakukan pembimbingan secara berkala (intensif) pada siswa yang melakukan Prakerin. Instruktur di industri hendaknya merasa peduli kepada siswa yang melaksanakan praktik dengan melakukan bimbingan Prakerin sebaik mungkin. Peneliti selanjutnya diharapka dapat mengembangkan penelitian ini lebih luas dan mendalam, dengan meneliti faktor-faktor lain yang mempengaruhi prestasi Prakerin.