Tugas Akhir Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

alat simulasi cuci mobil otomatis

guruh kukoh prasetyo

Abstrak


ABSTRAK

 

Rusdianto, Pradita dan Prasetyo, Guruh Kukoh. 2012. Alat Simulasi Cuci Mobil Otomatis. Artikel. Jurusan Teknik Mesin Otomotif, Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Suwarno, M.Pd.. (II) Dr. Syarif Suhartadi, M.Pd..

 

Kata Kunci: Otomatisasi, mikrokontroler, sensor infra merah, cuci mobil otomatis

Abstrak: Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), terutama dalam bidang otomotif yang semakin pesat dan semakin besar, telah mendorong perkembangan industri otomotif khususnya mobil. Mengingat peranan kendaraan yang cukup banyak dalam kehidupan, maka demi kelancaran proses kerja mobil tersebut harus dilakukan pemeliharaan, perawatan, dan perbaikan. Salah satu kegiatan tersebut ialah mencuci mobil.

Pemilihan jenis pencucian mobil juga menjadi perhatian para pengguna jasa pencucian mobil. Biasanya para pengguna jasa lebih memilih pencucian mobil secara otomatis karena dengan pengontrolan yang digunakan mikrokontroler AT89S51 dan sensor inframerah. Sensor infra merah sebagai pendeteksi benda yang akan diteruskan ke mikrokontroler untuk memberi inputan sehingga terjadi output yang sesuai perintah. Semua mekanik yang digunakan dalam mesin pencucian mobil dapat dikontrol dengan cepat, mudah, efisien dan akurat karena sistem kontrolnya sudah dikombinasikan dengan umpan balik, pengolahan data dan sistem monitoring dilakukan secara terpusat.

Kesimpulan dari pembuatan alat ini adalah (1) Mikrokontroler dalam perancangan ini merupakan komponen utama karena komponen inilah yang akan mengatur sistem agar dapat bekerja dengan baik dan optimal. (2) Sensor pendeteksi mobil (infra merah) dalam perancangan ini untuk mendeteksi keberadaan mobil, mengggunakan sebuah rangkaian yang terdiri sepasang sensor infrared dan fototransistor. (3) Relay merupakan switch untuk kerja awal, berikutnya dan berakhir.

Berdasarkan hasil ini harapannya dapat dilakukan pengembangan mengenai spesifik sensor yang dapat mengindikator benda yang lebih peka meskipun dengan jarak yang cukup jauh, membuat proses kerja mekanik yang lebih sesuai dengan hasil yang maksimal dan selanjutnya merencanakan perancangan yang lebih canggih lagi.