Tugas Akhir Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Alat Penghemat Bahan Bakar dan Meningkatkan Performa Motor Bensin 4 Langkah Menggunakan Hidrogen Boster

Singgih Setyo Kuncoro, I Kadek Wirayasa

Abstrak


ABSTRAK

 

Singgih & Kadek. 2011. Alat Penghemat Bahan Bakar dan Meningkatkan Performa Motor Bensin 4 Langkah Menggunakan Hidrogen Boster. Tugas Akhir, Uurusan Teknik Mesin Otomotif, Fakultas Teknik Universitas Negri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Imam Muda Nauri, S.T., M.T.,(II) Drs. Siswanto, M.A.

 

Kata Kunci: performa motor, hidrogen boster

 

Abstrak: Banyak alat penghemat bahan bakar yang ditawarkan di pasaran saat ini, namun harganya relatif mahal. Untuk menyiasati kondisi seperti ini, maka dibuatlah alternatif alat penghemat bahan bakar yang lebih sederhana dan tentu saja harganya relatif lebih murah. Salah satunya adalah dengan menggunakan penghemat bahan bakar hidrogen booster.

Hidrogen menurut (bahasa Latin: hidrogenium, dari bahasa Yunani: hydro: air) adalah unsur kimia pada tabel periodik yang memiliki simbol H dan nomor atom 1. Pada suhu dan tekanan standar, hidrogen tidak berwarna, tidak berbau, bersifat non-logam, bervalensi tunggal, dan merupakan gas diatomik yang sangat mudah terbakar. Dengan massa atom 1,00794 amu, hidrogen adalah unsur teringan di dunia. (Wikipedia bahasa Indonesia 27 september 2011).

Secara umum dalam perancangan penghemat bahan bakar dan peningkat performa motor bensin 4 tak menggunakan hydrogen booster ini terdiri dari Tabung HHO, elektroda, elektrolit dan katalisator. Selain komponen tersebut ada pula komponen pendukung lain seperti PWM ( pulse width modulator). Pada gambar 3.1 dapat dilihat blok diagram yang memperlihatkan perancangan secara umum.

Dari pengujian yang dilakukan menggunakan hydrogen booster dengan kombinasi elektroda menggunakan bahan pipa stainless stell, gelembung hydrogen yang dihasilkan selalu kontinyu. Campuran elektrolit dan katalisator harus di sesuaikan, agar panas dan ampere yang di timbulkan pada saat hydrogen booster dioperasikan tidak terlalu tinggi sehingga menurunkan kinerja dari alat tersebut. Dengan menambahkan simple PWM HHO, arus yang digunakan untuk elektrolisa dapat di atur, sehingga panas yang timbul bias diminalisir.