Tugas Akhir Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Otomatisasi Penanggulangan Kebakaran yang Disebabkan Konsleting Sistem Kelistrikan pada Mobil

aditya firmansyah

Abstrak


ABSTRAK

 

Sasmoko, Anindita Andy Dan Firmansyah, Aditya. 2011. Otomatisasi Penanggulangan Kebakaran yang Disebabkan Konsleting Sistem Kelistrikan pada Mobil. Artikel. Jurusan Teknik Mesin Otomotif, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Anny Martingsih, M. Kes.. Pembimbing (II) Drs. H. Sutijono, M.M..

 

Kata kunci : Otomatisasi, mikrokontroler, Asap, Konsleting

Perkembangan kendaraan bermotor terutama kendaraan roda empat di Indonesia semakin hari semakin pesat. Hal ini tentunya membuat kejadian kecelakaan juga semakin tinggi. Akhir-akhir ini kita mendengar banyak sekali sebab terjadinya kecelakaan pada mobil antara lain terjadi karena konsleting pada sistem kelistrikan yang mengakibatkan mesin terbakar,yang tentunya sangat merugikan bagi para pemilik atau pengguna kendaraan tersebut.

Sumber terjadinya kebakaran ialah api yang berasal dari hubungan arus pendek atau konsleting. Pada sistem otomatisasi penanggulangan kebakaran ini, digunakan sensor asap MQ-9 yang akan dipasang pada tempat-tempat yang rawan akan terjadinya konsleting kelistrikan. Sistem otomatisasi ini akan bekerja ketika terdapat asap. Pada alat ini terdapat keluaran yang berupa semprotan busa yang secara otomatis aktif atau non aktif.  Dalam hal ini digunakannya busa diharapkan membuat pemadaman api lebih efektif karena berat jenisnya mungkin lebih ringan daripada bensin ataupun solar dan tidak merusak komponen-komponen lain yang berada pada mesin.

Metode perancangan alat otomatisasi ini adalah meliputi software dan hardware. Untuk perancangan softwarenya ini kami menggunakan compiler BASCOM-8051, yaitu compiler yang menggunakan bahasa BASIC. Alasannya adalah bahasa BASIC relative lebih mudah dibanding bahasa tingkat rendah yaitu bahasa assembly.Sedangkan untuk perancangan hardware dibutuhkan beberapa komponen antara lain yang paling utama adalah chip mikrokontroler AT89S51 sebagai kontrol utama setiap unit. Komponen utama lainnya adalah sensor asap MQ-9 sebagai indicator apakah terdapat asap atau tidak dan didukung komponen-komponen lainnya.

Kesimpulan dari pembuatan alat ini adalah (1) sensor gas MQ-9 sebagai komponen utama berupa sensor semikonduktor yang dapat mendeteksi gas CO atau asap sebagai indikator awal akan timbulnya api. (2) Driver relay valve solenoid digunakan untuk mengendalikan membuka dan menutupnya katup pada valve solenoid agar fluida bertekanan yang sudah diberi tekanan dapat keluar ke objek yang terjadi kebakaran. (3) Bahasa pemrograman yang dipakai dalam mikrokontroler untuk menjalankan alat otomatisasi ini menggunakan bahasa pemrograman bascom.

Berdasarkan hasil tugas akhir ini diharapkan dapat dilakukan pengembangan misalkan mengenai spesifik sensor gas yang dapatmengindikator gas-gas tertentu yang dihasilkan oleh sistem konsleting sistem kelistrikan dan kontrol-kontrol yang lebih akurat