Tugas Akhir Jurusan Manajemen - Fakultas Ekonomi UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN MODUL TEKNOLOGI PERKANTORAN BERBASIS MODEL LEARNING CYCLE PADA MATERI MICROSOFT EXCEL UNTUK KELAS X PROGRAM KEAHLIAN ADMINISTRASI PERKANTORAN DI SMK KRIAN 2 SIDOARJO

Fuji Andriani

Abstrak


ABSTRAK

 

Andriani, Fuji. 2017. Pengembangan Modul Teknologi Perkantoran berbasis Model Learning Cycle pada Materi Microsoft Excel untuk kelas X Program Keahlian Administrasi Perkantoran di SMK Krian 2 Sidoarjo. Skripsi, Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: H. Imam Bukhori, S.Pd., M.M., M.Pd.

 

Kata Kunci: Pengembangan, Modul, Teknologi Perkantoran, Learning Cycle.

 

Metode Learning Cycle merupakan metode pembelajaran yang berorientasi pada peserta didik. Sehingga kegiatan pembelajaran akan lebih berfokus pada peserta didik dan lebih menempatkan guru sebagai fasilitator. Model pembelajaran learning cycle penelitian ini terdiri dari lima tahap, yaitu: (1) pembangkitan minat, (2) eksplorasi, (3) penjelasan, (4) elaborasi, (5) evaluasi.

Penelitian ini bertujuan: (1) untuk menghasilkan bahan ajar berupa modul Teknologi Perkantoran berbasis Learning Cycle pada materi Microsoft Excel di SMK Krian 2 Sidoarjo dan (2) mengetahui kelayakan modul yang akan dikembangkan melalui uji validasi para ahli dan respon peserta didik terhadap modul. Alasan peneliti mengembangkan modul ini adalah belum tersedianya modul yang sesuai dengan karakteristik mata pelajaran Teknologi Perkantoran khususnya Kompetensi Dasar (1) menguraikan cara mengoperasikan Microsoft Excel dan      (2) mempraktekkan cara mengoperasikan Microsoft Excel di SMK Krian 2 Sidoarjo, karena modul penting perannya untuk menunjang keterampilan peserta didik dalam menggunakan Microsoft Excel

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan modul dengan model pengembangan 4-D oleh Thiagarajan. Pengembangan model ini terdiri dari empat tahap, yaitu: (1) Tahap pendefinisian (define), (2) Tahap perancangan (design),     (3) Tahap pengembangan (develeop), dan (4) Tahap penyebaran (disseminate). Penelitian ini menggunakan angket untuk memperoleh hasil yang valid dalam pengembangan modul. Angket diberikan kepada validator ahli modul, ahli materi dan validator user yaitu peserta didik.

Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan, diperoleh presentase hasil validasi oleh ahli modul sebesar 97%, hasil validasi ahli materi sebesar 89%, hasil uji coba terbatas sebesar 85% dan hasil uji coba luas sebesar 83%. Dengan demikian, perolehan hasil rata-rata dari validator ahli modul, ahli materi dan uji coba pada peserta didik adalah sebesar 88,5%.  Kesimpulan dari penelitian ini adalah modul yang telah dikembangkan secara keseluruhan dinyatakan sangat valid dan layak digunakan sebagai bahan ajar dalam proses pembelajaran materi Microsoft Excel.