Tugas Akhir Jurusan Manajemen - Fakultas Ekonomi UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL GROUP INVESTIGATION (GI) DENGAN METODE EKSPERIMEN UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR FISIKA SISWA KELAS X.A MA MAMBAUL ULUM BANJAREJO PAGELARAN MALANG

farid .

Abstrak


ABSTRAK

 

Farid. 2012. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Group Investigation (GI) Dengan Metode Eksperimen Untuk Meningkatkan Motivasi Dan Prestasi Belajar Fisika Siswa Kelas X.A MA.Mambaul Ulum Banjarejo Pagelaran Malang. Skripsi, Jurusan Fisika, Program Studi Pendidikan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H.Winarto, (II)Drs. Eddy Supramono, M.Pd.

 

Kata Kunci : model group investasi menggunakan metode eksperimen, motivasi belajar fisika , prestasi belajar fisika.

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru fisika kelas X.A MA Mambaul Ulum Banjarejo Pagelaran Malang diperoleh informasi bahwa selama proses pembelajaran guru memberikan materi fisika dengan menggunakan model pembelajaran tradisional yang didominasi oleh metode ceramah. Metode praktikum hanya beberapa kali dilaksanakan dalam satu semester, namun terbatas untuk menguji kebenaran hukum-hukum yang sudah ada. Metode diskusi dengan teman sebaya belum pernah diterapkan, sehingga kemampuan untuk bekerja sama dengan teman sebaya menjadi kurang. Selain itu penerapan model pembelajaran yang selalu sama dalam semua materi membuat siswa merasa jenuh, pada akhirnya menyebabkan motivasi siswa untuk mengikuti pelajaran fisika menjadi rendah. Motivasi yang rendah juga mengakibatkan prestasi belajar siswa juga rendah. Salah satu model pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar fisika siswa adalah model pembelajaran Group Investigation (GI) menggunakan metode eksperimen. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan motivasi belajar fisika dan prestasi belajar fisika siswa kelas X.A MA Mambaul Ulum Banjarejo Pagelaran Malang melalui penerapan model pembelajaran GI menggunakan metode eksperimen.

Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus. Tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Tindakan yang diberikan adalah penerapan model GI menggunakan metode eksperimen. Penelitian dilakukan di  MA Mambaul Ulum Banjarejo Pagelaran Malang dengan subjek penelitian adalah siswa kelas X.A dengan jumlah 37 siswa, terdiri dari 17 siswa laki-laki dan 20 siswa perempuan. Motivasi belajar fisika siswa dikatakan sangat baik jika skor motivasi 4.5< X ≤ 5.0, baik jika skor motivasi 3.5< X ≤ 4.5, cukup jika skor motivasi 2,5< X ≤ 3,5, dan kurang jika skor motivasi 1.5< X ≤ 2.5. Jika skor motivasi dibawah 1,5 berati sangat kurang.  Prestasi belajar dikatakan berhasil jika persentase siswa yang lulus KKM sebesar 85% dan rata-rata nilai siswa tingkat kelas sebesar 75.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran GI dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar fisika siswa kelas  X.A MA Mambaul Ulum Banjarejo Pagelaran Malang. Motivasi belajar fisika siswa secara keseluruhan meningkat dari sebelum tindakan sampai setelah siklus II sebesar 1.11 poin dari 2.92 (motivasi cukup) menjadi 4.03 (motivasi baik). Prestasi belajar siswa untuk tingkat individu, yaitu jumlah siswa yang lulus KKM meningkat dari sebelum tindakan sampai setelah siklus II sebesar 51.39% dari 40.5% siswa yang lulus menjadi 91.89%. Prestasi belajar tingkat kelas meingkat 15.13% dari sebelum tindakan yaitu rata-rata 68.89 menjadi 79.31 setelah tindakan.

 

ABSTRACT

 

Farid. Of 2012. Application of Cooperative Learning Model Group Investigation (GI) In Experiment Method to Increase Motivation and Learning Physics Student Achievement Class XA MA.Mambaul Ulum Banjarejo Malang performances. Thesis, Department of Physics, Physics Faculty of Education Studies Program, State University of Malang. Supervisor: (I) Drs. H.Winarto, (II) Drs. Eddy Supramono, M.Pd.

 

Keywords: investment group models using experimental methods, motivation to learn physics, physics learning achievement.

Based on observations and interviews with teachers of physics class XA MA Mambaul Ulum Banjarejo Malang show that information obtained during the learning process gives the material physics teachers using the traditional learning model that is dominated by the lecture method. Practical method implemented in only a few times a semester, but it is limited to examining the laws that already exist. Method of discussion with peers has never been applied, so the ability to cooperate with peers becomes less. Besides the application of the learning model that is always the same in all of the material makes the students feel bored, eventually led to the motivation of students to follow the physics lesson to be low. Also resulted in low motivation student achievement is low. One model of learning that can improve motivation and achievement of students studying physics is a model of learning Group Investigation (GI) using the experimental method. The purpose of this study to increase the motivation to study physics and learning physics student achievement XA class performances MA Mambaul Ulum Banjarejo Malang through the application of learning models of GI using the experimental method.

This type of research is action research class consisting of 2 cycles. Each cycle consists of planning, implementation of the action, observation, and reflection. Given action is the application of GI models using experimental methods. The study was conducted at the MA Mambaul Ulum Banjarejo Malang performances with the subject of research is XA-grade students by the number of 37 students, consisting of 17 male students and 20 female students. Motivation to learn physics student said to be very good if the score of motivation 4.5 The results showed that the application of learning models of GI can improve motivation and achievement of students studying physics class XA MA Mambaul Ulum Banjarejo Malang performances. Students' motivation to study physics as a whole increased from before the action until after 1:11 of the second cycle of 2.92 points (motivation enough) to 4:03 (good motivation). Student achievement for the individual level, ie the number of students who graduated KKM increased from before the action until after the second cycle of 51.39% from 40.5% of students who graduated to 91.89%. Meingkat classroom learning achievement levels of 15:13% before the action which is an average 68.89 to 79.31 after the action.