Tugas Akhir Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar & Prasekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

STUDI KASUS ANAK LAMBAT BELAJAR (SLOWLY LEARNER)

Okta Ayu Ningsih

Abstrak


ABSTRAK

 

Ningsih, Okta Ayu. 2010. Studi Kasus Lambat belajar (Slowly Learner)Di TK Darma Bakti Ds. Gondek Kec. Mojowarno Kab. Jombang, Program diploma II Pendidikan Guru Taman Kanak kanak, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Dosen pembimbing Wuri Astuti S.Pd

 

Kata Kunci : Pengaruh, lambat belajar, Anak Taman Kanak - kanak

 

Studi Kasus bertujuan untuk : Mendeskripsikan Perilaku Anak Lambat Belajar di TK Darma Bakti Ds. Gondek, menganalisa faktor penyebab anak lambat belajar mendeskripsikan cara menangani anak lambat belajar, dan melatih keterampilan sosial anak lambat belajar. Studi kasus ini dilakukan selama kurang lebih satu bulan dan pengumpulan data yang digunakan menggunakan metode yaitu: metode observasi, wawancara, angket dan dokumentasi.

Berdasarkan hasil studi kasus di temukan bahwa: gejala yang ada pada anak Lambat belajar bisa terlihat dari kebiasaan anak di rumah maupun di sekolah dan dapat dilihat dari cara anak menerima pelajaran di sekolah perilaku-perilaku anak ketika disuruh belajar.

Faktor penyebab anak lambat belajar ini bisa dari dalam anak ataupun faktor keturunan, sedangkan yang terjadi pada Anak lebih cenderung kepada faktor keturunan dari sang ayah, yaitu karena dilihat dari masa lalu ayah Anak juga dulu pernah mengalami lambat belajar. Upaya penanganan yang dilakukan melalui pendekatan-pendekatan selama selama kurang lebih satu bulan,dengan cara memotivasi anak dalam proses belajar, memberi semangat anak dalam belajar, membimbing anak pada waktu belajar, anak sering disuruh maju ke depan kelas,menambah belajar khusus. Dari penanganan yang telah dilakukan Anak mengalami perubahan yang cukup baik, ini terlihat dari perubahan sikapnya sehari-harinya yaitu anak dapat mengerjakan mengerjakan tugas atau melakukan kegiatan tanpa menunggu hasil kerja temannya, anak sekarang dapat memusatkan perhatiannya untuk mendengarkan penjelasan dari guru, anak yang tadinya mengerjakan tugas dengan sembarangan sekarang bisa lebih hati-hati, anak yang tadinya tidak mau bertanya sekarang sudah mulai mau bertanya.

Saran yang dapat diberikan terkait dengan hasil studi kasus ini adalah agar pendidik dan orang tua senantiasa memberikan tauladan yang baik kepada anak, selalu memantau cara belajar dan perilaku anak, dan memperhatikan perkembangan sang anak di sekolah maupun di rumah.