Tugas Akhir Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar & Prasekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

STUDI KASUS PERMASALAHAN ANAK PEMALU DI TK AISYIYAH 25 MALANG

NURUL FARIDA

Abstrak


ABSTRAK

 

Farida, Nurul. 2010. Studi Kasus Permasalahan Anak Pemalu di TK Aisyiyah 25 Malang. Tugas Akhir, Pendidikan Guru Taman Kanak-kanak Universitas Negeri Malang. Pembimbing : Dr. Musa Sukardi, M.Pd.

 

Kata kunci : Studi kasus, Permasalahan Anak Pemalu.

 

Pendidikan informal adalah pendidikan yang pertama dan utama karena melalui keluarga anak akan belajar untuk mengenal lingkungan yang ada disekitarnya, oleh karena itu pendidikan informal (keluarga/orang tua) memegang peranan penting serta bertanggung jawab atas pendidikan anak-anaknya. Permasalahan yang dihadapi oleh anak tidak hanya berasal dari luar akan tetapi juga dapat berasal dari individu itu sendiri. Oleh karena itu, para pendidik khusunya guru Taman Kanak-kanak dan Orangtua dalam mengasuh dan mendidik anaknya harus memperhatikan dan memahami dunia anak, terutama karakteristik anak usia dini di Taman Kanak-kanak.. para pendidik dan orangtua yang mempunyai ambisi dalam mendidik anak tanpa melihat kemampuan si anak dapat mempengaruhi sikap anak dalam kehidupannya sehari-hari.. Diantara sikap tersebut adalah sikap pemalu. Hurlock (dalam Rosmala Dewi, 2005: 121) mengatakan rasa malu sebagai reaksi emosional yang tidak menyenangkan, yang timbul pada seesorang akibat adanya penilaian negatif terhadap dirinya.

Tujuan dari penulisan studi kasus ini adalah (1)Mendeskripsikan ciri-ciri anak pemalu. (2)Mendeskripsikan faktor penyebab anak mengalami pemalu. (3)Mendeskripsikan alternatif bantuan untuk menangani permaslahan anak pemalu. (4)Mendeskripsikan dampak penanganan anak pemalu.

Sementara itu metode yang penulis gunakan adalah (1)Observasi, (2)Wawancara, dan (3)Dokumentasi, Meliputi buku induk dan foto kegiatan anak.

Hasil yang telah penulis peroleh setelah memberikan alternatif  pemecahan masalah adalah (1) Anak sudah berani dan terlihat percaya diri. (2) Anak sudah tidak bermain-main jari atau kukunya pada saat kegiatan belajar berlangsung. (3) Anak sudah dapat berkomunikasi dengan temannya. (4) Anak yang semula tidak berani maju ke depan kelas, sekarang sudah berani maju ke depan kelas. (5) Anak yang semula suka menyendiri dan  tidak mau bermain bersama teman-temannya pada saat istirahat, sekarang bisa bersosialisasi, anak juga mulai bisa banyak mendapatkan teman dan dapat bermain bersama.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat diberikan kesimpulan sebagai berikut: (1)ciri-ciri anak pemalu, yaitu (a)Anak cenderung menghindari hubungan sosial dengan orang lain dan lingkungan sekitar. (b)Bersikap segan, ragu-ragu dan tidak mudah melibatkan diri dengan orang lain dan linkungnnya. (c)Anak yang pemalu tidak berani mengambil resiko, takut dan ragu-ragu. (2)Faktor penyebab anak pemalu, yaitu (a)anak sering dimarahi oleh orangtuanya karena tidak mau menuruti permintaan ibunya, sehingga anak merasa tertekan. (b)Anak takut pad ibunya, hal ini terjadi karena anak terlalu sering dimarahi sehingga anak lebih dekat dengan ayahnya. (3) penaganan anak pemalu, yaitu (a)Melakukan pendekatan kepada anak. (b)Memberikan pujian dan motivasi. (c)Memberi dorongan kepada anak agar anak mau bergabung dengan temannya dalam setiap permainan.