Tugas Akhir Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar & Prasekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

validasi model pembelajaran bermain peran di TK

Ratiza Dhini Prameswari

Abstrak


ABSTRAK

 

Prameswari, Ratiza Dhini. 2010 Validasi Model Pembelajaran Bermain Peran Di Taman Kanak-kanak, tugas akhir, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang.

Pembimbing: Dr. Musa Sukardi, M.Pd

Kata Kunci : Pembelajaran, Bermain Peran, Di Taman Kanak-kanak

Dalam upaya mengembangkan pembelajaran di Tk dilakukan dengan berbagai cara konstruktif dan inovatif. Salah satunya adalah pembelajaran bermain peran yang member kesempatan pada anak untuk berekspresi, berimajinasi, mengeksplorasi alam sekitarnya, dengan arahan guru. Proses pembelajaran ini dilaksanakan melalui bermain peran. Pembelajaran akan lebih menarik apabila dilengkapi dengan atribut atau kostum yang menunjang.

Pada intinya aktivitas pembelajaran yang dilakukan anak telah dipadukan dengan unsur belajar dan bermain. setelah memasangkan gambar sesuai pasangannya, dilanjutkan dengan bermain peran secara bergantian, kemudian bercerita dengan gambar yang telah disediakan oleh guru.

Hasil prosentase dari proses validasi melalui penyebaran angket kepada ahli pembelajaran adalah 92,5% (sangat valid), ahli materi 82,5% (sangat valid), audien 82,6% (sangat valid). Secara garis besar model pembelajaran bermain peran di taman kanak-kanak sangat valid diterapkan serta sangat efektif dalam mencapai tujuan pembelajaran di TK.

Berdasarkan pelaksanaan model pembelajaran bermain peran untuk anak TK,maka disarankan kepada guru kelas, kepala sekolah dan calon pengguna pembelajaran tersebut selanjutnya adalah 1. Guru disarankan untuk menggunakan model pembelajaran tersebut karena sangat efektif dalam mencapai tujuan pembelajaran di TK, 2. Kepala sekolah lebih ditekankan untuk mensosialisasikan pada guru-guru kelas, sehingga mereka dapat termotivasi dalam mengembangkan strategi pembelajaran bermain peran dengan berbagai inovasi dan kreasi, 3. Calon peneliti model pembelajaran mendinamisir anak dengan berbagai pertanyaan, memberi contoh serta bercerita dan melibatkan anak dalam kegiatan bermain peran tersebut.