Tugas Akhir Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar & Prasekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penggunaan Aktivitas Dundongberabe Untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara-Menyimak Pada Siswa Kelas V SDN Masangan Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan.

IRNA DJAMILANG DJOBAY

Abstrak


ABSTRAK

 

Djobay, Irna, Djamilang, 2010. Penggunaan Aktivitas Dundongberabe Untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara-Menyimak Pada Siswa Kelas V SDN Masangan Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. A. Badawi, S.Pd, M.Pd, (II) Muchtar, S.Pd, M.Si.

 

Kata kunci: metode dundongberabe, keterampilan berbicara, menyimak.

Dua individu atau lebih yang terlibat dalam kegiatan komunikasi melakukan dua aktivitas secara bergantian, yaitu aktivitas berbicara dan menyimak. Pada suatu waktu, individu yang satu berbicara, sedangkan yang menjadi lawan bicaranya akan menyimak apa yang sedang dibicarakannya. Pada tahap berikutnya, terjadi alih kedudukan, yaitu pembicara akan menjadi penyimak sedangkan yang sebelumnya menjadi penyimak akan menjadi pembicara. Aktivitas dundongberabe ini merupakan strategi belajar yang digunakan dalam quantum teaching yang diadaptasi dari teori Dr. Ed Ellis, dengan nama aslinya adalah SLANT—Sit up in their chair, Lean forward, Ask questions, Nod their heads, dan Talk to their teacher, Ellis (dalam DePorter, Reardon, dan Sarah, 2007:170). Dundongberabe merupakan singkatan dari duduk tegak di kursi, condong ke depan, bertanya, anggukan kepala, dan berbicara dengan rekan. Sesuai dengan pembelajaran yang berorientasi pada siswa maka unsur berbicara dengan guru diubah menjadi berbicara dengan rekan. Selama ini pengajaran keterampilan berbicara dan menyimak belum mendapatkan hasil yang maksimal seperti yang diharapkan. Para siswa belum sepenuhnya mempunyai kemampuan komunikatif. Mereka masih takut, malu, dan ragu ketika harus berbicara di depan umum dan menyampaikan gagasangagasannya.

Tujuan dalam penelitian ini adalah (1) mendeskipsikan perencanaan pembelajaran dengan menggunakan metode dundongberabe dapat meningkatkan kemampuan berbicara-menyimak, (2) mendeskripsikan proses penerapan metode dundongberabe untuk meningkatkan kemampuan berbicara-menyimak, (3)mendeskripsikan hasil penerapan aktivitas dundongberabe untuk meningkatkan kemampuan berbicara-menyimak.

Rencana penelitian dengan menggunakan pendekatan kualitatif, jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian adalah siswa kelas V SDN Masangan kecamatan Bangil kabupaten Pasuruan yang berjumlah 22 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan observasi selama proses pembelajaran.

Penelitian ini dilaksanakan sebanyak dua siklus melalui tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Hasil penelitian ini menunjukan bawah adanya hasil peningkatan sesudah dilakukan tindakan siklus I peningkatan sebesar 1,73% yaitu dari 5,22% menjadi 6,95% dan peningkatan sebesar 1,23% dari tindakan siklus I sebesar 6,95% menjadi 8,18%.

Berdasarkan hasil penelitian ini, disimpulkan bahwa melalui aktivitas pembelajaran dundongberabe dapat meningkatkan keterampilan berbicaramenyimak siswa kelas V SDN Masangan Bangil, disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut khususnya yang berkaitan dengan penerapan metode dundongberabe dengan pendekatan, desain maupun teknik analisis data yang lebih komprehensif.