Tugas Akhir Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar & Prasekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

AKTUALISASI NILAI-NILAI KEKELUARGAAN DAN KEGOTONG-ROYONGAN DALAM KOPERASI SERBA USAHA SEMANGAT45 DI DESA DAYU KECAMATAN NGLEGOK KABUPATEN BLITAR

Gabriella Liliananta Liliananta

Abstrak


ABSTRAK

 

Liliananta, Gabriella. 2017. Aktualisasi Nilai-Nilai Kekeluargaan Dan KegotongRoyongan Dalam Koperasi Serba Usaha Semangat 45 Di Desa Dayu

Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Arbaiyah Prantiasih, M.Si, (II) Dr. H. A. Rosyid Al Atok, M.Pd., M.H.

 

 

Kata Kunci: aktualisasi, nilai kekeluargaan, nilai kegotong-royongan Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar asas kekeluargaan, menunjukkan usaha yang sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia adalah koperasi. Nilai yang menjadi dasar kegiatan koperasi yaitu nilai kekeluargaan dan nilai kegotong-royongan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mendeskripsikan: (1) aktualisasi nilai kekeluargaan di KSU Semangat 45, (2) aktualisasi nilai kegotong-royongan di KSU Semangat 45, (3) kendala dalam mewujudkan nilai kekeluargaan dan kegotong-royongan di KSU Semangat 45, (4) upaya untuk mengatasi kendala dalam mewujudkan nilai kekeluargaan dan kegotong-royongan pada KSU Semangat 45. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif. Peneliti bertindak sebagai pengumpul data dan observer partisipatif dalam mengumpulkan data-data di lapangan yaitu di KSU Semangat 45 Desa Dayu Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan ketekunan pengamatan dan triangulasi data. Sedangkan kegiatan analisis data dimulai dari tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut: (1) aktualisasi nilai kekeluargaan di KSU Semangat 45 ditandai dengan adanya kepedulian antar sesama anggota dan tidak membedakan keanggotaan, (2) aktualisasi nilai kegotong-royongan di KSU Semangat 45 ditandai adanya kerjasama antar anggota, (3) kendala dalam mewujudkan nilai kekeluargaan yaitu sebagian warga tidak dapat menjadi anggota, sedangkan kendala dalam mewujudkan nilai kegotong-royongan yaitu masih ada anggota tidak tertib dengan aturan, (4) upaya untuk mengatasi kendala dalam mewujudkan nilai kekeluargaan yaitu warga yang bukan anggota dapat meminjam nama kepada anggota koperasi untuk melakukan peminjaman, sedangkan upaya untuk mengatasi para anggotanya yang tidak tertib yaitu diberikan sanksi berupa dikeluarkannya anggota tersebut dari keanggotaan KSU Semangat 45. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan kepada pengurus koperasi agar mengurangi jumlah simpanan pokok sehingga warga yang kurang mampu bisa menjadi anggota. Kemudian disarankan kepada anggota agar tidak mengulur waktu untuk melunasi pinjamannya sehingga kegiatan berkoperasi dapat berjalan dengan lancar.