Tugas Akhir Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar & Prasekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Nilai-nilai Karakter Siswa yang Tampak pada Pembelajaran Subtema 8.1Kelas VI SDN Bareng 05 Menggunakan Model Pembelajaran Kuantum

Fa'iz Nur Abdillah

Abstrak


ABSTRAK

 

Abdillah, Fa’iz Nur. 2017. Nilai-nilai Karakter Siswa yang Tampak pada Pembelajaran Subtema 8.1Kelas VI SDN Bareng 05 Menggunakan Model Pembelajaran Kuantum. Skripsi Prodi S1 – Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang.  Pembimbing: (I) Prof. Dr. Ruminiati, M.Si, (II) Dr. Sutarno, S.Pd.

 

Kata kunci: Nilai-nilai Karakter, Model Pembelajaran Kuantum, Pembelajaran Kelas IV Subtema 8.1.

Nilai karakter adalah tabiat, mutu atau kadar sifat-sifat kejiwaan yang membedakan seseorang dengan yang lain. Pendidikan karakter merupakan salah satu program pendidikan nasional untuk menanamkan nilai-nilai karakter pada siswa, dan harus diimplementasikan ke dalam lembaga pendidikan formal di seluruh jenjang pendidikan. Yang terjadi di SDN Bareng 05 Kota Malang,  pendidikan karakter akan selalu dikembangkan termasuk pada pembelajaran di kelas dikarenakan pembelajaran terlihat lebih terfokus pada guru, dan aktivitas siswa yang dapat mencerminkan nilai karakter baik masih kurang dalam pembelajaran. Dengan penerapan model pembelajaran kuantum di pembelajaran subtema 8.1 lingkungan tempat tinggalku diharapkan akan mengubah suasana belajar menjadi lebih menyenangkan, meriah, dan lebih melibatkan siswa dalam pembelajaran sehingga aktivitas siswa lebih banyak pada pembelajaran. Berkaitan dengan itu, diperlukan pembahasan tentang nilai-nilai karakter yang tampak pada pembelajaran  yang menggunakan model pembelajaran kuantum.

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kuantum pada pembelajaran subtema 8.1 lingkungan tempat tinggalku, dan nilai-nilai yang tampak dalam pembelajaran subtema 8.1 lingkungan tempat tinggalku.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian yang berupa deskripsi aktivitas siswa dalam pembelajaran, perkataan narasumber, dan foto kegiatan diperoleh melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan yaitu instrumen observasi, panduan wawancara, dan dokumen kegiatan. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan keajegkan pengamatan dan triangulasi teknik. Kegiatan analisis data dimulai dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan.

Berdasarkan analisis data tersebut, hasil penelitian menunjukkan: (1) Penerapan sintaks tandur model pembelajaran kuantum mendapatkan dengan skor 97,77 pada pembelajaran subtema 8.1 lingkungan tempat tinggalku, sedangkan prinsip-prinsip pembelajaran kuantum mendapatkan skor 100 pada pembelajaran subtema 8.1 lingkungan tempat tinggalku, (2) Nilai karakter yang tampak yaitu nilai karakter kerja keras, kreatif, mandiri, rasa ingin tahu, dan menghargai prestasi. Nilai karakter kerja keras siswa mendapatkan skor 95 dan 19 indikator kegiatan. Nilai karakter kreatif siswa kelas IV mendapatkan skor 60 dan 12 indikator kegiatan. Nilai karakter mandiri siswa kelas IV mendapatkan skor 73,33 dan 11 indikator kegiatan. Nilai karakter rasa ingin tahu siswa kelas IV lingkungan tempat tinggalku mendapatkan skor 60  dan 12 indikator kegiatan. Nilai karakter menghargai prestasi siswa kelas IV mendapatkan skor 45 dan 9 indikator kegiatan. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu: (1) penerapan model pembelajaran kuantum sangat baik pada pembelajaran subtema 8.1 lingkungan tempat tinggalku, (2) nilai karakter yang tampak yaitu nilai nilai karakter kerja keras, kreatif, mandiri, rasa ingin tahu, dan menghargai prestasi. Kerja keras siswa mendapatkan skor 95 dan 19 indikator kegiatan. Nilai karakter kreatif siswa kelas IV mendapatkan kriteria sangat baik. Nilai karakter mandiri siswa kelas IV mendapatkan kriteria baik. Nilai karakter rasa ingin tahu siswa kelas IV lingkungan tempat tinggalku mendapatkan kriteria baik. Nilai karakter menghargai prestasi siswa kelas IV mendapatkan kriteria kurang baik.

 

Berdasarkan kesimpulan di atas, peneliti memberi saran: (1) Penerapan model pembelajaran kuantum yang sudah diterapkan dengan baik  sebaiknya dapat melanjutkan penerapan model pembelajaran kuantum pada pembelajaran-pembelajaran selanjutnya sebagai variasi pembelajaran, (2) Nilai-nilai karakter yang tampak pada pembelajaran sebaiknya dapat dipertahankan dalam pembelajaran-pembelajaran lain sehingga terjadi keberlanjutan nilai-nilai karakter siswa. Sedangkan ilai-nilai karakter yang belum tampak pada pembelajaran sebaiknya untuk menjadi fokus perhatian guru dan kepala sekolah untuk dikembangkan dalam pembelajaran.