Tugas Akhir Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar & Prasekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Peningkatan Hasil Belajar IPS tentang Peristiwa Sekitar Proklamasi melalui Metode Pemberian Tugas di Kelas V SDN Plosokerep II Kota Blitar

Juvania Dea Saputri

Abstrak


ABSTRAK

 

Saputri, Juvania Dea. 2017. Peningkatan Hasil Belajar IPS tentang Peristiwa Sekitar Proklamasi melalui Metode Pemberian Tugas di Kelas V SDN Plosokerep II Kota Blitar. Skripsi Prodi S1 – Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Suwarti, S.Pd., M.Pd, (II) Dra. Sri Murdiyah, M.Pd.

 

Kata Kunci:Peningkatan,Hasil Belajar,Metode Pemberian Tugas

 

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan masalah hasil belajar siswa yang masih rendah. Rendahnya hasil belajar siswa dibuktikan dengan rata-rata hasil belajar yaitu 64 dari 23 siswa hanya 8 siswa yang tuntas belajar dan 15 siswa belum tuntas belajar. Hal tersebut disebabkan karena dalam pembelajaran masih menggunakan metode ceramah. Dalam penelitian ini menggunakan metode pemberian tugas. Metode pemberian tugas yaitu suatu metode yang melibatkan siswa secara aktif dalam menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru dengan waktu yang telah ditentukan. Penggunaan metode pemberian tugas ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar, mengembangkan kemandirian dan meningkatkan hasil belajar siswa.

Dalam penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas Kemmis & Mc Taggart. Data yang digunakan berupa data proses yaitu pengamatan, dokumentasi dan catatan lapangan. Sedangkan data hasil adalah hasil belajar siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah pengamatan, tes dan catatan lapangan. Sedangkan analisis data dimulai dari tahap pengamatan, penyajian data berdasarkan pengamatan dan penarikan kesimpulan.

Berdasarkan analisis data diperoleh hasil pengamatan awal yang dilakukan pada saat pratindakan dapat diketahui bahwa nilai yang diperoleh masih di bawah KKM yaitu 65. Hanya ada 9 siswa dari 23 siswa sudah mencapai nilai diatas KKM. Sedangkan 14 siswa lainnya belum mencapai KKM. Hal ini berarti hanya ada 39% siswa yang tuntas belajar. Setelah menggunakan metode pemberian tugas, nilai siswa pada siklus I meningkat yaitu 60% dengan 14 siswa yang tuntas belajar. Persentase tersebut perlu ditingkatkan dengan melaksanakan siklus II. Pada siklus II nilai siswa meningkat menjadi 95,6% dengan 22 siswa yang tuntas belajar. Aktivitas siswa dalam pembelajaran juga mengalami peningkatan. Hal ini dapat diketahui dari persentase keberhasilan pada siklus I yaitu 66,6% meningkat menjadi 100% pada siklus II. Demikian juga dengan kemampuan guru dalam menerapkan metode pemberian tugas juga mengalami peningkatan. Pada siklus I persentase keberhasilan yang diperoleh yaitu 75% meningkat pada siklus II menjadi 100%.

Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa penggunaan metode pemberian tugas terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Selain itu aktivitas siswa dalam pembelajaran juga meningkat. Oleh karena itu disarankan bagi guru untuk menggunakan metode pemberian tugas dalam pembelajaran agar hasil belajar yang diperoleh menjadi maksimal.