Tugas Akhir Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar & Prasekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Suplemen Bahan Ajar IPS Materi Dinamika Interaksi Manusia Berbasis Kearifan Budaya Lokal Kabupaten Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat

kahar . .

Abstrak


Penerapan kurikulum di sekolah dengan menjadikan materi tentang budaya lokal sebagai bahan pembelajaran merupakan langkah agar budaya lokal tidak tergerus oleh waktu, salah satunya dengan mengembangan suplemen bahan ajar. Suplemen bahan ajar berbasis kearifan budaya lokal Polewali Mandar merupakan salah satu bahan ajar yang penting untuk dikembangkan, karena di SMP Negeri 5 Campalagian belum terdapat bahan ajar hasil pengembangan. Keberadaan suplemen bahan ajar dapat menambah wawasan siswa berkaitan dengan materi yang telah dipelajari dan pembelajaran akan lebih bermakna.

Prosedur penelitian dan pengembangan mengadopsi model Borg & Gall yang terdiri dari sepuluh langkah, namun  dalam penelitian ini hanya sampai pada langkah ke tujuh karena tujuan penelitian dan pengembangan hanya untuk menghasilkan produk berupa suplemen bahan ajar yang telah divalidasi dan dilakukan uji coba. Prosedur penelitian dan pengembangan dilakukan menjadi 3 tahapan besar. Tahap pertama penelitian dan pengumpulan data yang meliputi: mengumpulkan sumber rujukan/kajian pustaka, observasi, dan identifikasi permasalahan yang dijumpai dalam pembelajaran dan merangkum permasalahan. Tahap kedua pengembangan, yaitu mengembangkan produk yang telah dilakukan validasi untuk menghasilkan produk yang layak berdasarkan kategori materi, bahasa dan desain. Tahap ketiga uji coba lapangan, yaitu melakukan uji coba lapangan produk kepada 1 guru mata pelajaran IPS dan kepada 10 siswa. Data validasi dan uji coba berupa penilaian, saran dan tanggapan sebagai dasar untuk merevisi produk.

Berdasarkan analisis data yang diperoleh secara keseluruhan dari validator ahli dan subjek uji coba lapangan, tingkat persentase produk suplemen bahan ajar hasil pengembangan yaitu 83,63% dengan kualifikasi cukup valid dan keputusan uji dapat digunakan namun perlu revisi kecil. Persentase yang didapatkan dari hasil uji coba lapangan berdasarkan tingkat kemenarikan dari siswa sebesar 83,41% dengan kualifikasi sangat menarik.

 

Suplemen bahan ajar yang telah dikembangkan diharapkan dapat digunakan dalam proses pembelajaran. Saran pemanfaatan dapat digunakan secara meluas dengan menyesuaikan karakteristik siswa. Saran diseminasi sebaiknya dilakukan sampai pada tahap uji efektivitas untuk mengetahui kelayakannya yang nantinya dapat dijadikan produk massal. Saran pengembangan bagi peneliti yang lain sebaiknya: 1) uji coba kelompok besar, 2) dilakukan penelitian dan pengembangan selanjutnya yang lebih dalam lagi berkaitan dengan pembelajaran IPS di SMP.