Tugas Akhir Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar & Prasekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

ANALISIS KESALAHAN PENULISAN TANDA BACA PADA TULISAN PERCAKAPAN SISWA KELAS IV SDN MASANGAN KEC. BANGIL KAB. PASURUAN

lutfiyah .

Abstrak


ARTIKEL

 

Lutfiyah, 2012. Analysis Mistake of Writing of Punctuation Mark [At] Article Conversation of Student Class of IV SDN Masangan District of Bangil Sub-Province of Pasuruan.. Skripsi. Prodi Education of Elementary Schoolteacher and Pre go to School Majors of KSDP Unlucky University Country, Counselor.: (1) Drs. H. M. Thoha AR, S.Pd, M.Pd     (2) Drs. Sjafruddin A.R, M.Pd

 

Keyword : Mistake of Writing of Punctuation Mark, conversation of SD.

 

 

Pembelajaran Bahasa Indonesia berdasarkan kurikulum 2004, di arahkan pada pengajaran terpadu untuk lebih menumbuhkan kemampuan berbahasa Indonesia. Dalam pembelajaran baik lisan maupun tulisan. Dalam pengajaran Bahasa Indonesia mempunyai berbagai kemampuan berbahasa Indonesia. Terdapat empat aspek keterampilan yang dilakukan secara terpadu. Keempat aspek yang dilakukan secara terpadu, adalah (1) Keterampilan menyimak (2) Keterampilan berbicara (3) Keterampilan membaca (4) Keterampilan menulis (Santoso, 2009:3).

Menurut kamus besar Bahasa Inonesia (1995:102), tanda baca merupakan tanda-tanda yang dipakai dalam system ejaan (seperti titik, koma, titik dua, dan lain lain). Tanda baca dapat dikatakn sebagai pelengkap dari aturan dari penulisan. Sebuah tulisan yang hanya berbentuk tanda-tanda tertentu dengan pemakaian yang tertentu pula. Bila sebuah tulisan tanpa tanda baca maka susunan kata yang hendak dilengkapkan tak dapat terbaca atau tertangkap, maksudnya dalam kali ini, siswa sekolah dasar khusunya siswa kelas IV SDN Masangan Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan dengan pengertian tanda baca yang merupakan alat bantu untuk menjelaskan maksud penentuan (Poerwadar Minta, 1981:14).

Berdasarkan rumusan masalah, tujuan penelitian ini adalah mendiskripsikan ada/tidak ada kesalahan-kesalahan yang dilakukan siswa kelas IV SD Masangan Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan dalam menuliskan tanda baca berupa : Tanda baca titik (.); tanda baca koma (,); tanda baca Tanya (?); tanda baca titik dua (:); tanda baca petik (“,”) dalam menuliskan tanda baca pada tulisan percakapan.

Pengajaran Bahasa Indonesia disekolah dasar mempunyai dua Matra (dimensi), yaitu apa yang disampaikan (tata bahasa, struktur, perbendaharaan kata dan topic), serta bagaimana menyampaikan dengan (mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis) ( Tangyong, dkk 1985;3). Selanjutnya Tangyong (1985;3) mengemukakan bahwa siswa harus mengetahui bahasa mereka dan dengan demikian harus mengembangkan daftar perbendaharaan kata-kata baru, pola tata bahasa baru, dan ketentuan tanda baca. Mereka juga harus berlatih dalam empat keterampilan bahasa : banyak kegiatan mendengarkan, bermacam-macam kegiatan berbicara, bekerja dengan aneka ragam kegiatan membaca, dan akhirnya banyak latihan menulis.

Muslich, dkk (1987;128) mengemukakan bahwa empat keterampilan bahasa tersebut dalam proses belajar mengajar dapat dikelompokan menjadi empat tahap pengajaran yaitu : (1) Tahap introduksi (yaitu membangkitkan semangat belajar siswa dengan seperangkat kegiatan yang menarik) (2) Tahap pembimbingan belajar (yaitu memberikan penghargaan, memberikan pujian, dan hukuman) (3) Tahap penerangan (yaitu penghargaan pada usaha yang menunjang daya ingatan dan transfer belajar) (4) Tahap performansi dan baliak (yaitu tahap terakhir dalam proses pengajaran yang berisikan asahan memberikan kepada siswa menampilkan kemampuannya), adapun tujuan Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar yaitu pembelajaran bahasa Indonesia disekolah dasar berdasarkan kurikulum pendidikan dasar, tujuan umum pengajaran bahasa Indonesia ialah (1) agar siswa menghargai dan membanggakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan (nasional) dan bahasa Negara, (2) agar siswa memahami bahasa Indonesia dari segi bentuk, makna dan fungsi, serta menggunakannya dengan tepat dan kreatif untuk bermacam-macam tujuan, dan keadaan (3) agar siswa memiliki kemampuan menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan intelektual, kematangan emosional dan kematangan social (4) berbahasa (berbicara dan menulis) (5) agar siswa mampu menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk mengembangkan kepribadian, memperluas wawasan kehidupan, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa.

Kalimat adalah satuan bahasa terkecil,dalam wujud lisan atau tulisan, yang mengungkapkan pikiran yang utuh. Dalam wujud lisan, kalimat diucapkan dengan suara naik turun dank eras lembut, disela jeda, dan di akhiri dengan intonasi akhir yang diikuti oleh kesenyapan yang mencegah terjadinya perpaduan ataupun gsinilasi bunyi ataupun proses fonologis lainnya. Dalam wujud tulisan berhuruf latin, kalimat dimulai dengan huruf capital dan diakhiri dengan Tanda Titik (.), Tanda Tanya (?), atau Tanda Seru (!) ; Sementara itu, didalamnya disertakan pula berbagai tanda baca seperti koma (,), titik koma (;), tanda pisah (-) dan spasi . Tanda Titik ,Tanda Tanya, dan Tanda Seru sepadan dengan Intonasi akhir, Sedangkan tanda baca lain sepadan dengan jeda, spasi yang mengikuti Tanda Titik, Tanda Tanya, dan Tanda Seru melambangkan kesenyapan.

Kalimat merupakan satuan dasar wacana artinya, wacana hanya akan terbentuk jika ada dua kalimat, atau lebih yang letaknya berurutan dan berdasarkan kaidah kewacanan. Dengan demikian, setiap tuturan, berupa kata atau untaian kata, yang memiliki ciri-ciri yang disebutkan diatas pada suatu wacana atau Teks, berstatus kalimat agaknya jelas bahwa pembicaraan tentang wacana memerlukan pengetahuan tentang kalimat dan segala sesuatu yang berhubungan dengan kalimat.

 

METODE

Metode penelitian merupakan hal yang sangat penting untuk menjaga agar pengetahuan yang diperoleh dan suatu penelitian mempunyai nilai tambah yang tinggi. keberhasilan suatu penelitian banyak dipengaruhi oleh ketetapan dalam memilih dan menentukan metode yang digunakan.

Berdasarkan menjawab kesalahan-kesalahan yang dilakukan siswa kelas IV dalam penulisan tanda baca pada tulisan percakapan diperlukan rancangan penelitian, maka untuk menjawab kesalahan-kesalahan yang dilakukan siswa kelas IV dalam penulisan tanda baca pada tulisan percakapan diperlukan rancangan penelitian yang sesuai.

Menurut Maman (2002 : 2) penelitian deskriptif berusaha menggambarkan suatu gejala sosial dengan kata lain penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan sifat sesuatu yang tengah berlangsung pada saat studi. Menurut Sujana dan Ibrahim (1989:64) penelitian deskriptif adalah penelitian yang berusaha mendeskripsikan suatu gejala, peristiwa, kejadian yang terjadi pada saat sekarang ini dengan kata lain penelitian deskriptif mengambil masalah atau memusatkan perhatian kepada masalah-masalah, aktual sebagaimana adanya pada saat penelitian dilaksanakan. Menurut Anggoro (2007:124) penulisan deskriptif adalah penulisan yang berupaya mengumpulkan informasi atau menggambarkan suatu gejala atau keadaan yang menurut apa adanya pada saat penulisan dilakukan penulisan deskriptif bertujuan untuk melukiskan atau menggambarkan secara verbal dan grafis terhadap situasi atau peristiwa yang akan diamati.

Pada penelitian ini kehadiran peneliti di sekolah sangat di perlukan, peranan peneliti dalam penelitian ini adalah sebagai instrument sekaligus sebagai pengumpul data selain itu, peneliti juga mempunyai kedudukan sebagai perencana, pelaksana, pengumpul data, penganalisis, dan pelapor data. Penelitian ini dilaksanakan secara kolaboratif antara peneliti dan pihak sekolah dan guru Bahasa Indonesia yang di letakkan Guba dan Hincolu bahwa manusia sebagai instrument penelitian memiliki kualifikasi baik. Hal ini di karenakan sifatnya yang responsive, adaptif lebih kolistik, kesadaran pada konteles mampu menyelesaikan kesulitan yang lebih dalam

Arikunto (1992:128) berpendapat “ didalam pengertian psikologik, observasi atau yang disebut pula dengan pengamatan, meliputi kegiatan pemusatan perhatian terhadap sesuatu objek dengan menggunakan seluruh alat indera, jadi mengobservasi dapat dilakukan melalui pengelihatan, penciuman, pendengaran, peraba dan pengecap”.

Pada metode ini pengamat secara langsung dan sengaja melalui pengamatan serta pencatatan terhadap kegiatan belajar mengajar di kelas IV SDN Masangan Kec. Bangil Kab. Pasuruan pada waktu Pelajaran Bahasa Indonesia khususnya materi percakapan dengan penggunaan tanda baca. Untuk menyaring data yang di perlukan, digunakan  “Tes” yaitu tes mengguanakan tanda bacan yang terdiri dari tanda baca titik (.), tanda baca (,), tanda baca Tanya (?), tanda baca titik dua (:), tanda baca petik(“…”).

 

HASIL

Bab ini berisi paparan tentang hasil penelitian, paparan hasil penelitian ini mencakup kesalahan – kesalahan siswa kelas IV SDN Masangan Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan dalam penulisan Tanda Baca pada tulisan percakapan berupa : tanda baca titik (.), tanda baca koma (,), tanda baca Tanya (?), tanda baca titik dua (:), tanda baca petik (“….”).

 

PEMBAHASAN

Mengacu pada uraian hasil penelitian yang peneliti paparkan di depan, maka pembahasan hasil penelitian adalah sebagai berikut : dari 36 siswa 86,2 % memperoleh nilai 7,41, maka dapat dikatakan mampu dalam menggunakan tanda baca berupa tanda titik ( . ), dan 36 siswa 97 % memperoleh nilai > 41, maka dapat dikatakan mampu dalam menggunakan tanda baca 5 % memperoleh nilai  > 41, maka tanda baca berupa tanda baca tanya ( ? ) dari 36 siswa 89 % memperoleh nilai > 41, maka dapat dikatakan mampu dalam menggunakan tanda baca berupa tanda baca titik dua ( : ), dari 36 siswa 30,5 % memperoleh nilai > 40, maka dapat dikatakan tidak mampu dalam menggunakan tanda baca berupa tanda baca petik (“, “)

 

KESIMPULAN

Kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh siswa kelas IV SDN Masangan Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan dalam penulisan tanda baca pada tulisan percakapan Tahun 2012, dapat dikatakan belum semua mampu menggunakan tanda baca dalam benar.

Hambatan-hambatan pembelajaran bahasa Indonesia dalam penggunaan tanda baca pada siswa kelas IV SDN Masangan Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan Tahun 2012 adalah dalam hal ragam bahasa yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut bisa menggunakan bahasa Indonesia di dalam maupun di luar jam pelajaran, sehingga pada waktu guru menyajikan pembelajaran tentang tanda baca, siswa sudah terampil menggunakannya.

 

SARAN

Disarankan kepada guru bahasa Indonesia agar dapat memanfaatkan pola dan hasil penelitian ini sebagai suatu alternatif dalam memberikan pelajaran bahasa Indonesia khususnya pembelajaran penggunaan tanda baca pada tulisan percakapan. Selain itu diharapkan para guru bahasa Indonesia di Sekolah Dasar (SD) sering memberikan latihan atau pekerjaan rumah kepada siswa tentang penggunaan tanda baca yang terdapat dalam bahasa Indonesia.

Kepada siswa SD dianjurkan meningkatkan tradisi membaca wacana bahasa Indonesia, dengan cara ini siswa secara tidak langsung akan mengetahui bagaimana penggunaan tanda baca yang benar sesuai dengan ejaan yang disempurnakan, siswa tidak perlu segan atau malu dalam bertanya khususnya pertenyaan mengenai penggunaan tanda baca. Dengan demikian siswa akan mengetahui penggunaan tanda baca dalam bahasa Indonesia dan dapat menerapkannya dan menyusun wacana bahasa Indonesia.

Kepada peneliti selanjutnya yang berminat dalam bidang pengajaran bahasa Indonesia, hendaknya dapat mengembangkan pola dan teknik penelitian ini menjadi modal penelitian yang lebih baik, diharapkan penelitian lebih lanjut dapat mengembangkan bentuk kajiannya yang mengarah kepada penelitian kualitatif atau setidaknya gabungan penelitian kuantitatif dan kualitas