Tugas Akhir Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar & Prasekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Metode Bermain Sains Untuk Meningkatkan Keaktifan Dan Kemampuan Kognitif Anak Kelompok B TK Laboratorium UM.

rizki mumpuni

Abstrak


ABSTRAK

 

Mumpuni,  Rizki.  Penerapan  Metode  Bermain  Sains  Untuk  Meningkatkan Keaktifan Dan Kemampuan Kognitif Anak Kelompok B TK Laboratorium UM.  Skripsi,  Jurusan  Kependidikan  Sekolah  Dasar  Dan  Prasekolah, Fakultas  Ilmu  Pendidikan, Universitas  Negeri Malang.  Pembimbing:  (I) Drs. Ir. Endro Wahyuno, M.Si, (II) Drs. Tomas Irianto, M.Pd.

 

Kata Kunci: Metode Bermain Sains, Kognitif

Anak usia prasekolah umumnya merupakan anak yang aktif dan  ingin tahu, namun yang terjadi pada anak kelompok B TK Laboratorium UM masih  sedikit anak  yang  antusias  terhadap \pembelajaran. Selain  itu  kemampuan  kognitif  anak yang  berhubungan  berfikir  teliti, mengingat, membedakan  benda masih  rendah. Hal  ini  karena  anak  tidak  dilibatkan  secara langsung dalam  memecahkan masalah.Mengingat  dunia  anak  adalah  bermain  dan merupakan bagian dariperkembangan  kognitif. Apalagi daya  tangkap  sains  anak  Indonesia berada pada peringkat ke 34 dari 38 negara, maka diperlukan penerapan metode bermain sains untuk meningkatkan keaktifan dan kemampuan kognitif anak.

Tujuan   penelitian  ini adalah untuk: 1) mendeskripsikan penerapan metode bermain  sains    untuk  meningkatkan  keaktifan  dan  kemampuan  kognitif  anak kelompok B  TK  Laboratorium Universitas Negeri Malang,  2) mendeskripsikan  keaktifan  anak  kelompok  B  TK  Laboratorium  Universitas  Negeri  Malang meningkat saat diterapkan metode bermain sains, 3) mendeskripsikan peningkatan kemampuan  kognitif  anak  kelompok  B  TK  Laboratorium  Universitas  Negeri Malang saat diterapkan metode bermain sains.

Penelitian  ini  dilakukan  di  TK  Laboratorium  Universitas  Negeri  Malang mulai  tanggal  28  September  sampai  14  Oktober  2010,  dengan  menggunakan model  Penelitian  Tindakan Kelas  yang  dilakukan  dalam  2  siklus. Dalam  setiap siklus  terdiri dari  beberapa  tahapan  ,  yaitu  perencanaan,  pelaksanaan,  observasi, dan refleksi. Dalam penelitian ini peneliti berkolaborasi dengan Guru Kelas B. Berdasarkan  hasil  penelitian  yang  dilakukan  pada  siklus  I  keaktifan  anak sudah meningkat walaupun  ada  satu  anak  yang memiliki skor 12 di bawah  skor minimal,  namun pada  silkus  II  keaktifan  anak  dapat dikategorikan  sangat  aktif. Sedangkan  kemampuan  kognitif  anak  pada  siklus  I  sudah  meningkat  menjadi 65,2% namun masih di bawah standar ketuntasan klasikal yaitu 75%. Pada siklus II meningkat menjadi 91,3%.

Dapat  disimpulkan  metode  bermain  sains  dapat  digunakan  untuk meningkatkan  keaktifan  dan  kemampuan  kognitif  anak  kelompok  B  TK Laboratorium Universitas Negeri Malang. Kegiatan bermian sains ini meliputi; 1) mengelompokkan benda melalui mengujicobakan bahan yang  larut dalam air dan yang dapat menyerap air,2) menyebutkan perbedaan dua benda melalui membuat air  gula,  3)  sebab  akibat  melalui  wujud  air  (padat,  cair,  gas),  4)  menjelaskan proses kegiatan atau percobaan melalui proses  terjadinya hujan. Disarankan bagi para pendidik anak usia dini untuk menggunakan kegiatan bermain sains ini dalam meningkatkan  kemampuan  kognitif  anak  dan  juga  dapat  dipakai  sewaktu menjelaskan proses terjadinya hujan pada tema air.