Tugas Akhir Jurusan Teknik Elektronika - Fakultas Teknik UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Prototipe Mesin Penetas Telur Otomatis dengan Pengenalan Berat Berbasis Arduino Uno

Yandita Dwinanda Putra

Abstrak


ABSTRAK

Dwinanda Putra, Yandita. 2017. Prototipe Mesin Penetas Telur Otomatis dengan Pengenalan Berat Berbasis Arduino Uno . Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro. Program Studi D3 Teknik Elektronika, Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing:Dyah Lestari,S.T.,M.Eng.

 

Kata Kunci : LM35,  Arduino Uno, Driver Relay, Inkubator, Loadcell

 

            Sistem penetas telur merupakan satu hal yang sangat penting dalam kegiatan peternakan,karena merupakan sebagian kecil dari sebuah proses kontrol.

Dengan masih banyaknya penggunaan mesin penetas telur yang hanya memperhitungkan temperature saja tanpa mengetahui jenis dan hal lainnya yang dibutuhkan dari setiap jenis telur unggas. Salah satu jalan untuk mengatasinya yaitu dengan mengembangkan penetas telur otomatis yang sudah ada.

            Telah dilakukan pembuatan mesin penetas telur otomatis yang berbasis mikrokontroler yang hanya mengatur suhu pada saat sistem dinyalakan tanpa mengetahui suhu yang dibutuhkan oleh setiap jenis telur unggas. Maka dari itu dibuatlah penetas telur yang bisa mengenali berat dari masing-masing jenis  telur  unggas dan memberikan suhu yang dibutuhkan.

            Mesin penetas ini menggunakan loadcell sebagai sensor berat yang akan mengetahui jenis telur unggas untuk selanjutnya akan ditentukan suhu yang dibutuhkan. Sensor LM35 akan membandingkan suhu didalam mesin penetas dengan setpoint pada arduino sehingga jika suhu kurang atau melebihi setpoint akan mengaktifkan kipas sebagai pendingin dan lampu sebagai pemanas. Kemudian suhu di dalam mesin tetas dan berat jenis telur akan ditampilkan pada LCD.

            Pengujian prototype dilakukan dengan cara menguji tiap blok komponen dan pengujian sistem keseluruhan. Hasil pengujian memperlihatkan pada saat tombol power dinyalakan dan salah satu jenis telur diletakkan diatas loadcell, maka  secara otomatis sistem akan aktif dan sensor suhu diatur 37-39o C untuk telur ayam negeri, 36- 40o C untuk suhu telur ayam kampung, dan 38-40 o C untuk telur burung puyuh. Berdasarkan hasil pengujian menunjukkan bahwa, alat penetas telur dapat bekerja sesuai prinsip kerja dan dapat menetaskan telur dengan baik sesuai dengan perancangan.