Tugas Akhir Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perbedaan Hasil Tugas Mapel Gambar Teknik Karena Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Proyek Berbantuan Software Visio Dibandingkan Software Autocad Pada Siswa Kelas XI Program Keahlian TIPTL Di SMK Negeri 1 Bangil Kabupaten Pasuruan

Dwi Anita

Abstrak


ABSTRAK

 

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di SMKN 1 Bangil sudah menerapkan kurikulum 2013. Pada mata pelajaran gambar teknik khususnya di jurusan TIPTL sudah dijelaskan apabila salah satu kompetensi dasar yang harus dikuasainya yaitu menggambar instalasi listrik dan rangkaian elektronika wajib menggunakan software, namun penggunaan softwareAutocad belum dimanfaatkan. Sedangkan tuntutan dari industri sekarang harus ahli menggunakan berbagai perangkat lunak (software), dan pada silabus kurikulum 2013 juga menganjurkan untuk memanfaatkan perangkat lunak (software) sebagai media. Selain itu menurut pemaparan Pak Bastian Adi bahwa peserta didik hanya fokus pada software Microsoft Visio nya dan masih belum memanfaatkan software lainnya seperti software Autocad. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) mendeskripsikan hasil tugas karena pengaruh model berbasis proyek berbantuan software Microsoft Visio; (2) mendeskripsikan hasil tugas karena pengaruh model berbasis proyek berbantuan software Autocad; dan (3) mengetahui perbedaan hasil tugas dalam segi aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan karena pengaruh model berbasis proyek berbantuan software Microsoft Visio dibandingkan berbantuan software Autocad.

Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment design dalam bentuk non-equivalent control group design. Desain penelitian ini menggunakan dua kelas. Kelas A dan kelas B dengan menggunakan model pembelajaran berbasis proyek. Perbedaan pada penelitian ini terdapat pada media yang digunakan. Pada kelas Amenggunakan media software Microsoft Visio dan kelas B menggunakan media software Autocad. sebelum diberi perlakuan, kemampuan awal siswa di uji kesamaan dua rata-rata menggunakan uji-t dan uji prasyarat analisis dengan bantuan software SPSS 21.0. setelah diberi perlakuan, kedua kelas akan dibandingkan dan dicari tingkat signifikansinya. Analisis perbedaan dilakukan menggunakan uji-t dengan bantuan software SPSS 21.0 Independent Sample T-test.

Hasil tugas aspek sikap kelas A memperoleh nilai rata-rata 89,08 sedangkan nilai rata-rata pada kelas B sebesar 85,3. Hasil tugas aspek pengetahuan pada kelas A memperoleh nilai rata-rata 76,76 sedangkan pada kelas B memperoleh nilai rata-rata 75,42. Hasil tugas aspek keterampilan pada kelas A memperoleh 78,38 sedangkan pada kelas B memperoleh nilai rata-rata 65,97. Hasil uji normalitas pada data hasil tugas siswa kelas A dan kelas B menunjukkan nilai Sig. > 0,05. Sehingga data hasil tugas siswa dinyatakan terdistribusi normal. Hasil uji homogenitas pada data hasil tugas kelas A dan kelas B menunjukkan nilai Sig. > 0,05. Sehingga data hasil tugas siswa dinyatakan homogen.

Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa: (1) hasil tugas aspek sikap pada kelas A lebih tinggi daripada hasil tugas pada kelas B; (2) hasil tugas aspek pengetahuan pada kelas A lebih tinggi daripada hasil tugas kelas B namun nilai dari kedua kelas tidak terpaut jauh; (3) hasil tugas aspek keterampilan pada kelas A lebih tinggi daripada hasil tugas kelas B; dan (4) terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil tugas dalam segi aspek sikap dan aspek keterampilan, sedangkandalam aspek pengetahuan antara kelas A dan kelas B tidak terdapat perbedaan.